A1BOS.COM - Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) akan terus ditingkatkan. Hal ini dibuktikan dengan pemberlakuan tilang elektronik secara nasional mulai 23 Maret 2021.
Sistem tilang elektronik ini merupakan cara pihak
kepolisian untuk meningkatkan rasa disiplin berkendara di masyarakat, serta
meminimalisir adanya oknum-oknum yang melakukan pemerasaan saat melakukan
penindakan pelanggaran lalu lintas.
“Ini bisa
membuat disiplin masyarakat lebih bagus dan patuh terhadap aturan lalu lintas.
Yang bermain kan robot tanpa ada pertemuan dengan petugas sehingga membuat
lebih transparan dan terwujudnya transparansi,” ucap Kasubditdakgar Dirgakkum
Korlantas Polri, Kombes Abrianto Pardede, dikutip dari NTMCPolri, Minggu (21/03/2021).
Untuk penindakan bagi pelanggar lalu lintas yang
tertangkap kamera pengawas, maka akan mendapatkan sanksi sesuai dengan Undang-undang
Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
Berikut ini jenis pelanggaran yang diincar dan besaran denda
tilang elektronik:
1. Menggunakan Gawai (ponsel)
Dalam mengemudikan
kendaraan, baik motor atau mobil, pengendaranya dituntut untuk menjaga
konsentrasi. Untuk itu, aktivitas lain selain berkendara dianggap bisa
mengganggu konsentrasi, termasuk menggunakan gawai atau ponsel.
Pelarangan penggunaan ponsel saat berkendara sudah diatur dalam Pasal 283 UU LLAJ. Pasal tersebut menjelaskan pengemudi yang melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi keadaan yang mengganggu konsentrasi di jalan akan dipidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda Rp 750.000.

2. Tidak Memakai Helm
Helm termasuk perangkat keselamatan yang wajib digunakan oleh setiap pengendara sepeda motor. Aturan ini sudah tercantum dalam Pasal 106 ayat 8 UU LLAJ, bahwa setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan penumpangnya wajib mengenakan helm sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Hukuman bagi pelanggarnya tertulis pada Pasal 290 dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda Rp 250.000.
3. Tidak Mengenakan Sabuk Pengaman
Khusus pengemudi mobil dan penumpang yang ada di depan atau samping pengemudi, wajib mengenakan sabuk pengaman atau seat belt. Barang siapa yang terekam kamera pengawas ETLE dan terbukti melakukan pelanggaran, maka bisa dikenakan sanksi berupa hukuman penjara satu bulan atau denda maksimal Rp 250.000.
4. Melanggar Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan
Berlaku bagi pengendara mobil atau motor, harus mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan yang berlaku. Pelanggarnya akan dikenakan Pasal 287 ayat 1 dengan sanksi kurungan penjara hingga dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.
5. Memakai Plat Nomor Palsu
Setiap kendaraan dilengkapi dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor dan harus sesuai dokumen yang ada. Penggunaan plat nomor juga sudah diatur ketentuannya. Jika sampai kedapatan ada pengemudi kendaraan yang menggunakan plat nomor palsu, maka sesuai dengan Pasal 280, pelanggarnya bisa dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.
Sumber : https://otomotif.kompas.com/read/2021/03/22/114200915/ini-jenis-pelanggaran-dan-besaran-denda-tilang-elektronik
Tulis Komentar