08117992581

Sering Makan Hot Dog? Ketahui Risikonya bagi Kesehatan dan Cara Menikmatinya dengan Lebih Sehat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ilustrasi: Hotdog boleh dimakan, tapi jangan jadi menu harian. foto/pexels

METRO, A1BOS.COM - Hot dog menjadi salah satu makanan praktis yang digemari banyak orang. Di Amerika Serikat saja, masyarakat mengonsumsi sekitar 20 miliar hot dog setiap tahun. Meski populer, makanan olahan ini sebaiknya tidak menjadi menu yang terlalu sering hadir di meja makan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hot dog secara rutin berkaitan dengan meningkatnya risiko beberapa penyakit. Karena itu, para ahli menyarankan agar makanan ini dikonsumsi sewajarnya sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Mengapa Hot Dog Perlu Dibatasi?

Menurut ahli diet terdaftar dari Cleveland Clinic, Kristin Kirkpatrick, berbagai penelitian menemukan hubungan antara konsumsi hot dog dengan meningkatnya risiko kanker, terutama kanker kolorektal dan kanker lambung.

Selain itu, makanan ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan meningkatnya risiko kematian secara keseluruhan.

Salah satu penyebabnya adalah karena hot dog termasuk makanan olahan yang umumnya mengandung kadar natrium tinggi serta berbagai bahan tambahan.

Apakah Masih Boleh Makan Hot Dog?

Jawabannya, boleh.

Kirkpatrick menegaskan bahwa hot dog masih bisa dinikmati sesekali, misalnya saat berkumpul bersama keluarga atau menghadiri acara barbekyu. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi konsumsinya, bukan sekadar menghindarinya sama sekali.

Dengan kata lain, jangan menjadikan hot dog sebagai menu harian.

Cara Menikmati Hot Dog dengan Lebih Sehat

Jika ingin tetap menikmati hot dog, beberapa langkah berikut dapat membantu membuat menu tersebut lebih seimbang.

  • Pilih hot dog dengan daftar bahan yang lebih sederhana.
  • Bila memungkinkan, pilih hot dog yang terbuat dari daging sapi murni.
  • Gunakan roti gandum utuh agar asupan serat lebih tinggi dibandingkan roti berbahan tepung olahan.
  • Tambahkan buah atau sayuran sebagai pelengkap, bukan hanya makanan ringan olahan.

Misalnya, semangka dapat menjadi pilihan karena mengandung likopen, sedangkan kacang-kacangan merupakan sumber serat dan protein yang baik.

Sebaliknya, usahakan tidak menyandingkan hot dog dengan terlalu banyak makanan ultraolahan, seperti keripik kentang, karena dapat meningkatkan asupan garam, lemak, dan kalori dalam satu waktu.

Apakah Sosis Kalkun atau Nabati Lebih Sehat?

Banyak orang mengira sosis kalkun atau sosis berbahan nabati otomatis lebih sehat daripada hot dog biasa. Namun, anggapan tersebut belum tentu benar.

Beberapa produk tetap mengandung kadar natrium yang tinggi serta berbagai bahan tambahan. Karena itu, membaca label komposisi dan informasi nilai gizi sebelum membeli tetap menjadi langkah yang penting.

Kuncinya Tetap Moderasi

Tidak ada salahnya menikmati hot dog sesekali. Namun, jika terlalu sering dikonsumsi, makanan olahan ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan berdasarkan hasil sejumlah penelitian.

Pilihan terbaik bukan hanya ditentukan oleh jenis hot dog yang dikonsumsi, tetapi juga oleh seberapa sering Anda menikmatinya dan bagaimana Anda melengkapinya dengan makanan bergizi. Dengan pola makan yang lebih seimbang, Anda tetap bisa menikmati hidangan favorit tanpa mengabaikan kesehatan.(BS)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)