08117992581

Wisata Alam Kawista Ngegong Madiun Hadirkan Edukasi Pertanian Interaktif untuk Anak

$rows[judul] Keterangan Gambar : Anak-anak mewarnai dengan caping gunung bagian dari wisata Ngegong. foto/screenshoot/youtube

Madiun, A1BOS.COM – Belajar bertani kini tak lagi identik dengan aktivitas yang membosankan. Di Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, anak-anak diajak mengenal dunia pertanian melalui berbagai aktivitas yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Mulai dari permainan interaktif, melukis caping, belajar menanam padi, hingga menangkap ikan di sawah, seluruh kegiatan dikemas dalam Program Sahabat Petani Cilik di Wisata Alam Kawista Ngegong yang resmi diluncurkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.

Program tersebut menghadirkan konsep wisata edukasi berbasis alam yang mengajak anak-anak memahami proses produksi pangan sejak dini. Selain belajar, peserta juga memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan pedesaan yang kini mulai jarang ditemui di kawasan perkotaan.
Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, saat launching Wisata Alam Kawista Ngegong, Kota Madiun. foto/kominfo


Ketua Kawista Redjo Kuning, Eko Suprianto, mengatakan, gagasan menghadirkan wisata edukasi tersebut berawal dari pengalaman mendampingi para relawan mancanegara yang datang ke Ngegong. Dari pengalaman itu muncul ide mengembangkan destinasi wisata yang mampu memberdayakan potensi lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Awalnya kami berpikir bagaimana semua potensi di Ngegong bisa hidup bersama. Jadi bukan hanya outbound, tetapi juga UMKM, pengrajin, pembuat tempe, sampai petani ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Konsep tersebut kemudian diwujudkan dalam paket wisata terpadu yang melibatkan berbagai aktivitas edukatif.

Setibanya di lokasi, peserta diajak melukis caping bergambar logo Kota Pendekar sebagai upaya memperkenalkan identitas Kota Madiun kepada anak-anak. Selanjutnya mereka mengunjungi area pembenihan padi untuk mengenal berbagai peralatan pertanian, seperti cangkul, sabit, traktor, hingga alat semprot.

Kegiatan dilanjutkan dengan permainan puzzle tanaman yang memperkenalkan berbagai jenis hasil pertanian secara interaktif.

Pengalaman paling menarik hadir saat peserta turun langsung ke area persawahan. Anak-anak diajak menanam padi, bermain air, hingga menangkap ikan di petakan sawah yang telah disiapkan. Seluruh aktivitas dikemas dalam suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengenal dunia pertanian tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran.

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta menikmati makan bersama dengan konsep buceng sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal.

“Tujuan kami sederhana, mengenalkan kepada anak-anak bagaimana makanan yang mereka konsumsi berasal. Mereka belajar prosesnya, bermain di alam, sekaligus mencintai pertanian sejak kecil,” kata Eko.

Ke depan, Program Sahabat Petani Cilik akan dibuka untuk masyarakat umum melalui sistem reservasi. Selain paket reguler, pengelola juga menyiapkan paket khusus bagi sekolah dengan biaya yang lebih terjangkau agar semakin banyak anak dapat menikmati pengalaman belajar di alam.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyambut positif hadirnya destinasi wisata edukasi tersebut. Menurutnya, Sahabat Petani Cilik menjadi contoh kreativitas masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai pendidikan.

Program tersebut juga dinilai selaras dengan pilar SDM Mendunia yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Madiun.

“Harapannya, keberadaan Kawista dapat menjadi salah satu sektor yang mendukung pertumbuhan perekonomian di Kota Madiun. Saat ini perekonomian kota sudah berjalan dengan baik, dan ke depan kami ingin pemerataan ekonomi juga dirasakan di setiap kelurahan melalui pengembangan potensi wisata masing-masing,” ujarnya.(kinfom/BS)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)