08117992581

Metro Mulai Bentuk Perpustakaan Khusus di OPD dan Rumah Sakit

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kesiapan perpustakaan Kota Metro untuk OPD dan Rumah sakit. foto/kominfo

KOTA METRO, A1BOS.COM - Pelajar, mahasiswa, hingga peneliti bakal memiliki sumber referensi baru di Kota Metro. Pemerintah kota menyiapkan perpustakaan khusus di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan rumah sakit yang akan didaftarkan ke Perpustakaan Nasional RI.

Perpustakaan khusus akan dibentuk di Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dan RSU Muhammadiyah Metro.

Kesiapan pembentukan perpustakaan tersebut ditinjau melalui kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada 18 Juni hingga 15 Juli 2026. Program itu merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Metro untuk memperkuat tata kelola pengetahuan, dokumentasi, dan layanan informasi di lingkungan pemerintahan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro Dra. Farida, M.Si., yang mewakili Wali Kota Metro, memimpin kegiatan tersebut bersama Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca, pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), jajaran Dispusarda, serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto.

Farida mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan setiap perangkat daerah dan rumah sakit sebelum perpustakaan khusus didaftarkan ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Menurut dia, sarana dan prasarana di masing-masing instansi pada umumnya sudah memadai. Hanya saja, sejumlah persyaratan administrasi masih perlu dilengkapi agar memenuhi ketentuan registrasi dan memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).

“Pada dasarnya fasilitas yang ada sudah baik. Tinggal dilakukan penertiban administrasi sehingga dapat terdaftar secara resmi dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan. Kehadiran perpustakaan khusus ini diharapkan menjadi rujukan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan referensi sesuai bidang keilmuan dan tugas pokok fungsi masing-masing perangkat daerah maupun layanan kesehatan di rumah sakit,” ujar Farida.

Ia menambahkan, perpustakaan khusus nantinya tidak hanya menjadi pusat dokumentasi, tetapi juga menyediakan referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, hingga masyarakat umum. Pembentukan perpustakaan tersebut juga menjadi salah satu upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Agus Riyanto menjelaskan, pembentukan perpustakaan khusus merupakan bagian dari program nasional Perpustakaan Nasional RI untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah. Program itu juga ditujukan memperluas akses masyarakat terhadap informasi berkualitas.

“Program ini merupakan salah satu langkah Perpustakaan Nasional RI untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat sekaligus Indeks Kegemaran Membaca di setiap daerah. Karena itu, kami mendorong berdirinya perpustakaan khusus di berbagai lembaga, termasuk rumah sakit, sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang lebih luas dan berkualitas,” kata Agus.

Agus berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, Perpustakaan Nasional RI, dan seluruh perangkat daerah dapat mempercepat terbentuknya perpustakaan khusus yang terdaftar secara nasional.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso berharap keberadaan perpustakaan khusus dapat menjadi pusat literasi dan referensi di bidang pemerintahan, kesehatan, serta penelitian. Fasilitas tersebut diharapkan bermanfaat bagi tenaga medis, aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, peneliti, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat luas.(kif/BS)




Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)