Keterangan Gambar : Ilustrasi/pexels
Kota Metro, A1BOS.COM - Membuat password yang kuat tidak selalu berarti harus menghafal kombinasi huruf, angka, dan simbol yang rumit.
Justru, password yang panjang dan mudah diingat bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Salah satu caranya dengan menggunakan passphrase, yakni rangkaian beberapa kata yang tidak berkaitan satu sama lain.
Yang tidak kalah penting, jangan menggunakan password yang sama untuk banyak akun. Jika satu akun bocor, akun lain bisa ikut terancam.
Selama ini banyak orang menganggap password yang aman harus penuh dengan simbol dan angka. Misalnya, mengubah kata menjadi kombinasi seperti P@ssw0rd!
Cara seperti itu memang terlihat rumit. Namun, panjang password justru menjadi salah satu faktor penting dalam keamanan akun.
National Institute of Standards and Technology (NIST) dalam panduannya menyebut password untuk autentikasi satu faktor sebaiknya memiliki panjang minimal 15 karakter. NIST juga tidak lagi menganjurkan aturan yang mewajibkan campuran jenis karakter tertentu, seperti harus ada huruf besar, angka, dan simbol.
Artinya, password panjang yang mudah diingat bisa lebih praktis daripada password pendek yang dipenuhi simbol.
Salah satu cara sederhana adalah membuat passphrase dari beberapa kata yang tidak berhubungan.
Misalnya, pengguna bisa menyusun beberapa kata secara acak menjadi sebuah rangkaian yang panjang. Hindari menggunakan nama sendiri, nama anak, tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau informasi lain yang mudah diketahui orang.
Contohnya:
Laut-Petir-Kopi-42
atau
Ruang!Kertas!Senja7
Contoh tersebut hanya untuk menunjukkan bentuknya. Jangan menggunakan contoh password yang sudah dipublikasikan sebagai password akun sebenarnya.
Semakin panjang dan tidak mudah ditebak, semakin baik.
Ini salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan.
Satu password digunakan untuk email, media sosial, marketplace, bahkan rekening digital. Alasannya sederhana: lebih mudah diingat.
Masalahnya muncul ketika salah satu layanan mengalami kebocoran data. Password yang sama bisa dicoba untuk masuk ke akun lain.
Karena itu, buat password yang berbeda untuk setiap akun penting.
Kalau jumlah akun sudah banyak dan sulit mengingat semuanya, gunakan password manager. Aplikasi ini dapat membuat dan menyimpan password yang panjang serta berbeda untuk setiap akun. NIST juga merekomendasikan penggunaan password manager sebagai salah satu cara mengelola password dengan lebih aman.
Aktifkan MFA atau 2FA
Password saja sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pengaman akun.
Jika layanan yang digunakan menyediakan multifactor authentication (MFA) atau two-factor authentication (2FA), aktifkan fitur tersebut.
Dengan MFA, orang yang mengetahui password belum tentu bisa masuk ke akun. Masih ada lapisan keamanan tambahan, misalnya aplikasi autentikator atau perangkat tertentu.
NIST menempatkan MFA sebagai salah satu langkah utama untuk meningkatkan keamanan akun. Passkey juga menjadi alternatif yang semakin banyak digunakan karena tidak mengharuskan pengguna mengingat password. (
Ada anggapan password harus diganti setiap beberapa bulan agar tetap aman.
Panduan NIST terbaru tidak menganjurkan penggantian password secara berkala tanpa alasan. Password sebaiknya diganti ketika ada tanda-tanda akun atau password tersebut telah bocor atau disalahgunakan.
Jadi, daripada sibuk mengganti password setiap beberapa bulan, lebih baik sejak awal membuat password yang panjang, unik, dan tidak mudah ditebak.
Password seperti 123456, password, nama sendiri, atau kombinasi yang berhubungan dengan tanggal lahir sebaiknya ditinggalkan.
Hindari pula pola sederhana yang mudah ditebak. Penyerang tidak hanya mencoba kata-kata umum, tetapi juga pola yang sering digunakan pengguna.
Yang perlu diingat, password yang panjang sekalipun tidak akan banyak membantu jika password tersebut sudah pernah bocor atau digunakan di banyak akun.
Membuat password kuat memang penting. Namun, keamanan akun tidak berhenti di situ.
Gunakan password berbeda untuk setiap akun. Simpan password dengan password manager jika diperlukan. Aktifkan MFA atau 2FA. Dan jangan sembarangan memasukkan password melalui tautan yang dikirim lewat pesan atau email.
NIST mengingatkan bahwa phishing menjadi salah satu cara yang umum digunakan untuk mencuri password. Karena itu, pengguna juga perlu memastikan alamat situs sebelum memasukkan informasi login. (NIST)
Intinya: buat password panjang, unik, dan tidak berkaitan dengan informasi pribadi. Kalau memungkinkan, gunakan passphrase atau password manager. Setelah itu, tambahkan MFA sebagai lapisan perlindungan berikutnya.
Tulis Komentar