08117992581

TDA 9.0 Gandeng Asia Coach, Dorong Entrepreneur dari Learning Menuju Execution

$rows[judul]

Jakarta, A1BOS.COM - TDA 9.0 dan Asia Coach memperkuat kolaborasi pengembangan entrepreneur melalui coaching dan mentoring untuk mendorong pertumbuhan bisnis, kepemimpinan, serta eksekusi yang terukur.

Kolaborasi tersebut dilatarbelakangi kesamaan visi TDA dan Asia Coach dalam memberdayakan entrepreneur Indonesia agar terus bertumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak lebih luas.

Coach Erry dari Asia Coach Indonesia mengatakan, coaching dalam kolaborasi tersebut diarahkan bukan sekadar untuk pengembangan individu, tetapi juga membantu entrepreneur mengembangkan bisnis dan kapasitas kepemimpinan.

“Kami ingin menghadirkan coaching bukan hanya sebagai proses pengembangan individu, tetapi sebagai growth enabler yang membantu para entrepreneur TDA mengembangkan bisnis sekaligus kapasitas dirinya sebagai seorang leader,” ujar Coach Erry.

TDA memiliki ekosistem entrepreneur di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, Asia Coach memiliki pengalaman, metodologi, dan ekosistem coaching yang berfokus pada pengembangan business, leadership, dan people.

Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah peserta program edukasi. TDA dan Asia Coach ingin menciptakan lebih banyak entrepreneur Indonesia yang memiliki bisnis sehat, tim kuat, serta kapasitas kepemimpinan yang semakin baik.

Tantangan entrepreneur saat ini dinilai bukan semata-mata keterbatasan informasi. Pengetahuan bisnis dapat diperoleh dengan mudah. Tantangan lainnya adalah menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan, konsistensi, eksekusi, dan hasil.

Karena itu, coaching menjadi salah satu pendekatan untuk menjembatani kesenjangan antara knowledge dan execution.

Asia Coach menggunakan pendekatan applied coaching, yakni coaching yang dekat dengan realitas bisnis dan diarahkan untuk menghasilkan tindakan nyata. Training, mentoring, coaching, business tools, action plan, dan tracking dikombinasikan agar peserta tidak berhenti pada proses pembelajaran.

Salah satu pendekatan yang digunakan ialah ORBIT Coaching Model yang terdiri atas Outcome, Resources, Brainstorming, Integration, dan Tracking. Peserta tidak hanya diajak memahami apa yang perlu dilakukan, tetapi juga menentukan tindakan, mengukur hasil, serta mengevaluasi hasil tindakan tersebut terhadap pertumbuhan.

Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah peserta pelatihan. Perubahan setelah program berlangsung juga menjadi bagian yang diukur, mulai dari peningkatan leadership, kualitas eksekusi, pertumbuhan sales dan profit, produktivitas tim, hingga penguatan sistem bisnis.

Bagi TDA, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan pilar Edukasi Development TDA 9.0. Pendekatan coaching dan mentoring diharapkan melengkapi proses edukasi agar anggota tidak hanya memperoleh materi dan wawasan, tetapi juga pendampingan dalam mengimplementasikan pembelajaran di dalam bisnis.

Chief Dedy Syandera Putera, TDA, mengatakan entrepreneur saat ini tidak hanya membutuhkan materi bisnis, tetapi juga pendampingan dan accountability dalam menjalankan rencana yang telah dibuat.

“Kami ingin memastikan bahwa proses pengembangan kapasitas anggota tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berlanjut pada implementasi dan pertumbuhan yang terukur,” ujarnya.

Sasaran utama program ialah anggota TDA yang memiliki komitmen mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai entrepreneur dan leader. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas mentor di lingkungan TDA.

Dengan kapasitas mentor yang semakin kuat, TDA diharapkan mampu membangun multiplier effect. Entrepreneur yang telah berkembang kemudian dapat membantu entrepreneur lainnya untuk tumbuh.

Pasca penandatanganan kerja sama, kolaborasi TDA dan Asia Coach akan diterjemahkan ke dalam sejumlah program aplikatif. Salah satunya Growth Business Mastery (GBM).

Program tersebut dikembangkan bersama penguatan Master Mentor TDA dan pendekatan Mentor as a Coach. Tujuannya agar TDA tidak hanya memiliki entrepreneur yang kuat dalam menjalankan bisnis, tetapi juga mentor yang memiliki kemampuan mendampingi pertumbuhan entrepreneur lainnya.

Program lain yang dapat dikembangkan meliputi Business Coaching, Leadership Coaching, Coaching & Mentoring Skills, Business Growth Program, Coaching Clinic, hingga pendampingan implementasi bisnis.

Keseluruhan proses diarahkan dalam ekosistem pembelajaran terintegrasi: Learn → Practice → Execute → Coach → Measure → Grow.

Kolaborasi ini dirancang untuk memberikan manfaat kepada ekosistem TDA secara luas dan dikembangkan secara bertahap agar menjangkau anggota di berbagai wilayah Indonesia.

Setelah penandatanganan MoU, TDA bersama Asia Coach akan menyusun dan menjalankan roadmap program, termasuk program prioritas sebagai tahap awal kolaborasi. Mekanisme keikutsertaan anggota disesuaikan dengan masing-masing program, termasuk jadwal, persyaratan peserta, serta mekanisme pendaftaran.

Informasi pelaksanaan program akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi TDA serta jaringan organisasi TDA di berbagai daerah.

Pelaksanaan program juga diarahkan agar tidak bersifat seremonial atau hanya berlangsung satu kali. TDA dan Asia Coach ingin membangun proses pengembangan entrepreneur yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan kebutuhan anggota, kesiapan mentor, serta kapasitas program.

Presiden TDA 9.0 Ferdian Brillian menilai kolaborasi dengan Asia Coach memiliki arti strategis dalam memperkuat arah pengembangan entrepreneur di lingkungan TDA.

TDA memiliki ekosistem entrepreneur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Tantangannya adalah memastikan ekosistem tersebut mampu menghasilkan proses pembelajaran yang relevan sekaligus mendorong anggota melakukan eksekusi nyata di dalam bisnisnya.

Kolaborasi dengan Asia Coach dinilai dapat melengkapi ekosistem edukasi TDA melalui kompetensi dan metodologi coaching yang mendorong pengembangan anggota dari learning menuju execution dan measurable growth.

“Kami ingin semakin banyak entrepreneur TDA yang setelah bertumbuh dapat menjadi leader dan mentor bagi entrepreneur lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan yang terjadi tidak hanya dirasakan oleh individu pengusaha, tetapi juga oleh tim, mitra usaha, masyarakat, dan pada akhirnya turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” kata Ferdian.

Kolaborasi TDA dan Asia Coach juga diarahkan untuk menciptakan dampak lebih luas daripada pertumbuhan bisnis individu. Ketika entrepreneur bertumbuh, dampaknya dapat menjalar kepada tim yang dibangun, lapangan pekerjaan yang tercipta, supplier dan partner yang ikut bergerak, hingga masyarakat dan perekonomian secara lebih luas.

Asia Coach memandang business growth selalu dimulai dari people growth. Karena itu, entrepreneur yang ingin dibangun melalui kolaborasi ini bukan hanya entrepreneur yang mampu menjalankan bisnis, tetapi juga leader, mentor, dan multiplier of growth bagi orang-orang di sekitarnya.

Coach Erry menegaskan penandatanganan MoU antara Asia Coach dan TDA bukan tujuan akhir, melainkan awal proses kolaborasi yang lebih besar.

“This is the beginning of a bigger impact. Dari kolaborasi, menuju pertumbuhan. Dari pertumbuhan, menuju kebermanfaatan. Dan dari kebermanfaatan, kita bersama-sama ikut membangun Indonesia yang lebih kuat.”

Melalui kolaborasi tersebut, TDA 9.0 dan Asia Coach berharap semakin banyak entrepreneur Indonesia yang mampu naik kelas, bertumbuh secara sustainable, membangun tim yang kuat, serta menciptakan dampak lebih luas bagi ekosistem dan perekonomian Indonesia.(gia/bs)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)