08117992581

Uluan Nughik Disiapkan Jadi Pusat Budaya dan Ekonomi Kreatif Tubaba

$rows[judul] Keterangan Gambar : Uluan Nughik Tubaba. foto dibuat dengan AI

TULANG BAWANG BARAT, A1BOS.COM - Pemkab Tulang Bawang Barat (Tubaba) menyiapkan wajah baru kawasan budaya Uluan Nughik. Kawasan itu akan dihidupkan sebagai pusat etnografi interaktif yang memadukan kegiatan belajar, produksi kerajinan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Targetnya, Uluan Nughik tidak lagi sekadar menjadi museum yang sepi pengunjung.

Kawasan tersebut mencakup Rumah Badik, Rumah Tubaba Cerdas, Sekolah Kesenian, Rumah Keramik, hingga deretan rumah adat. Seluruh aset itu akan dimanfaatkan agar memberi nilai tambah bagi masyarakat, bukan hanya menjadi beban anggaran.

“Kita tidak ingin kawasan ini sekadar menjadi proyek sesaat atau museum yang sepi kunjungan. Kita ingin ada aktivitas harian yang hidup. Ada anak-anak sekolah yang belajar membatik, ada perajin yang membuat keramik dan pisau, serta ada transaksi ekonomi yang memutar roda kesejahteraan masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah Tubaba Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T, pada Rapat persiapan FGD Etnografi Rumah Badik, Selasa (21/7). 

Pemkab menyiapkan pola pengembangan yang melibatkan pelaku UMKM dan seniman lokal. Pemerintah akan berperan sebagai fasilitator sekaligus membantu memasarkan produk kerajinan dan oleh-oleh khas Tubaba agar memiliki pasar yang berkelanjutan.

Pekerjaan awal difokuskan pada pembenahan ringan, pembersihan kawasan, serta inventarisasi aset. Tahapan itu melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH).

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga mendapat tugas sesuai bidangnya. Dinas Pendidikan menyiapkan kunjungan edukatif bagi siswa mulai jenjang PAUD hingga sekolah menengah untuk mengenal seni, budaya, dan kriya lokal. Dinas Koperindag dan UKM bersama Bapperida bertugas memetakan sekaligus mendampingi pelaku UMKM agar memiliki ruang pamer yang layak. Sementara Dinas Kominfo bersama OPD terkait menyiapkan pengarsipan sejarah dan materi promosi budaya.

Pengembangan Uluan Nughik mengacu pada arahan Bupati Tubaba yang menitikberatkan pada efisiensi pemanfaatan aset dan keberlanjutan kawasan. Pemkab juga menjadikan keberhasilan Islamic Center Tubaba sebagai salah satu rujukan dalam membangun daya tarik kunjungan.

“Setiap orang yang hadir di Uluan Nughik adalah pewarta keindahan Tubaba. Ketika orang melihat ada proses pembuatan kriya yang anggun, tempat belajar yang nyaman, dan karya seni yang indah, magnet itu akan bekerja secara alami,” kata Iwan.

Rencana pengembangan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Focus Group Discussion (FGD) Etnografi Rumah Badik yang dipimpin Iwan Mursalin di Ruang Rapat Sekda, Selasa (21/7/2026). Rapat dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum, serta jajaran kepala OPD terkait.

Sebagai tindak lanjut, seluruh OPD ditargetkan menyelesaikan pengumpulan data dan dokumen etnografi. Hasilnya akan dibahas kembali pada pekan depan untuk penyusunan blueprint resmi pengembangan kawasan.(kom/BS)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)