Keterangan Gambar : Makan Satu Alpukat Setiap Hari Berpotensi Turunkan Risiko Penyakit Jantung. foto/pexels
Kota Metro, A1BOS.COM - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Karena itu, perubahan kecil dalam pola makan yang mudah dilakukan sehari-hari menjadi perhatian para peneliti.
Salah satu kebiasaan sederhana yang dinilai berpotensi memberi manfaat adalah mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari. Penelitian terbaru menunjukkan kebiasaan ini dapat membantu menurunkan jumlah partikel LDL yang berperan dalam proses penyumbatan pembuluh darah.
Dikutip dan diadaptasi dari penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Lipidology oleh tim peneliti Departemen Ilmu Gizi Penn State, konsumsi satu buah alpukat setiap hari dikaitkan dengan penurunan konsentrasi partikel LDL dalam darah. Penurunan tersebut diperkirakan berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung sekitar 4 persen.
Menurut Janhavi Damani, peneliti pascadoktoral di Penn State sekaligus penulis utama penelitian, melakukan satu perubahan kecil dalam pola makan sering kali lebih mudah dijalankan dibanding mengubah seluruh kebiasaan makan.
“Bagi orang yang mengalami obesitas, memasukkan alpukat ke dalam menu harian bisa menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas pola makan,” ujarnya.
Banyak orang mengenal LDL sebagai kolesterol jahat. Namun, penelitian ini menyoroti bahwa jumlah partikel LDL berbeda dengan kadar kolesterol LDL yang biasa diukur melalui pemeriksaan darah.
Kolesterol LDL tidak dapat beredar sendiri di dalam aliran darah. Zat ini dibawa oleh partikel protein yang disebut partikel LDL.
Seseorang bisa saja memiliki kadar kolesterol LDL yang sama dengan orang lain, tetapi memiliki jumlah partikel LDL lebih banyak. Dalam kondisi tersebut, risiko penyakit jantung dapat lebih tinggi.
Damani memberi ilustrasi sederhana. Dua orang dapat memiliki hasil pemeriksaan kolesterol LDL yang sama. Namun, jika salah satunya membawa kolesterol melalui lebih banyak partikel LDL berukuran kecil, risiko penyakit jantungnya lebih besar.
Partikel LDL berukuran kecil lebih mudah masuk ke dinding pembuluh darah dan memicu terbentuknya plak. Penumpukan plak membuat pembuluh darah menyempit dan menjadi kurang lentur sehingga dapat meningkatkan beban kerja jantung.
Analisis ini menggunakan data dari 786 peserta dalam Habitual Diet and Avocado Trial yang berlangsung selama enam bulan.
Penelitian melibatkan orang dewasa berusia minimal 25 tahun dengan obesitas perut. Pria memenuhi syarat jika lingkar pinggangnya lebih dari 40 inci, sedangkan wanita lebih dari 35 inci.
Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tetap menjalani pola makan dan aktivitas fisik seperti biasa. Kelompok kedua juga mempertahankan rutinitas hariannya, tetapi diminta mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari.
Penelitian sebelumnya dari uji coba yang sama menunjukkan konsumsi alpukat setiap hari tidak menurunkan berat badan maupun lingkar pinggang. Namun, terdapat indikasi bahwa kebiasaan tersebut dapat memperbaiki profil kolesterol.
Peneliti membandingkan sampel darah peserta pada awal dan akhir penelitian.
Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari mengalami penurunan konsentrasi partikel LDL sebesar 49 nanomol per liter.
Perubahan tersebut diperkirakan setara dengan penurunan risiko penyakit jantung sekitar 4 persen.
Damani menilai manfaat tersebut memang tergolong sederhana.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan pola makan secara menyeluruh dapat memberikan penurunan risiko penyakit jantung yang lebih besar, yakni sekitar 14 hingga 29 persen. Meski demikian, penurunan sebesar 4 persen tetap merupakan langkah positif menuju kesehatan jantung yang lebih baik.
Penelitian juga menunjukkan manfaat tersebut relatif konsisten pada berbagai kelompok peserta.
Jenis kelamin, usia, ras, etnis, maupun indeks massa tubuh tidak memberikan perbedaan yang berarti terhadap kemungkinan memperoleh manfaat dari konsumsi alpukat setiap hari.
Karena itu, para peneliti menilai orang dewasa dengan obesitas dari berbagai latar belakang berpotensi mendapatkan manfaat serupa.
Meski demikian, mereka tetap menyarankan agar setiap perubahan pola makan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Penelitian Penn State sebelumnya juga pernah menemukan manfaat alpukat terhadap kolesterol LDL dan partikel LDL. Bedanya, penelitian terdahulu mengatur seluruh pola makan peserta secara ketat.
Menurut Kristina Petersen, profesor madya ilmu gizi di Penn State sekaligus penulis senior penelitian, hasil terbaru menunjukkan manfaat tersebut tetap terlihat meski peserta menjalani pola makan sehari-hari seperti biasa.
Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan nyata pola makan setiap orang sulit dikendalikan sepenuhnya. Namun, menambahkan satu buah alpukat ke dalam menu harian tetap dapat berkontribusi pada pola makan yang lebih sehat.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari, berpotensi membantu menurunkan jumlah partikel LDL yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.(*/bs)
Manfaatnya memang tidak menggantikan pentingnya pola makan sehat secara keseluruhan dan tidak terbukti menurunkan berat badan. Namun, sebagai bagian dari gaya hidup sehat, perubahan kecil ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan jantung.
Tulis Komentar