08117992581

Festival Literasi Metro Dimulai dari CFD, Berjalan Sejak Januari 2026

$rows[judul] Keterangan Gambar : Rangkaian Festival Literasi Kota Metro. Diisi Lomba Bertutur tingkat SD sederajat, Storytelling anak TK. foto/kominfo

Kota Metro, A1BOS.COM - Festival Literasi Kota Metro 2026 tidak hanya berlangsung pada puncak acara di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Kamis (17/9/2026).

Rangkaian kegiatannya sudah berjalan sejak Januari melalui kegiatan “NONGKI” yang digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD) di Taman Kota Metro.

Dari kegiatan tersebut, gerakan literasi kemudian berkembang ke berbagai agenda lain. Di antaranya Lomba Perpustakaan Kelurahan se-Kota Metro yang berlangsung pada 3–31 Agustus 2026.

Selain lomba perpustakaan, rangkaian Festival Literasi Kota Metro juga diisi Lomba Bertutur tingkat SD sederajat, Storytelling anak TK, talkshow, penampilan kesenian, serta berbagai kegiatan literasi lainnya.

Kepala Dispusarda Kota Metro Farida mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sekaligus memperluas gerakan literasi di tengah masyarakat.

“Festival Literasi Kota Metro dimaksudkan sebagai wadah untuk memperkuat dan memperluas gerakan budaya literasi di masyarakat melalui kegiatan edukatif, kreatif, inspiratif, dan kolaboratif,” kata Farida.

Menurut Farida, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memperoleh, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara tepat.

Hal itu menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, masyarakat didorong tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga belajar, bertanya, dan berbagi pengetahuan.

Pada puncak Festival Literasi Kota Metro, Dispusarda juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik 2026.

Perpustakaan Kelurahan Ganjar Asri meraih juara pertama. Juara kedua diraih Perpustakaan Kelurahan Tejosari, sedangkan Perpustakaan Kelurahan Rejomulyo menempati posisi ketiga.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) bagi perpustakaan khusus organisasi perangkat daerah (OPD) dan perpustakaan khusus nonpemerintah.

Sertifikat diberikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Metro serta RSU Muhammadiyah Metro. Penyerahan dilakukan oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso.

Hal lain yang turut menjadi bagian dari festival adalah pendirian Pojok Literasi Keuangan. Pojok tersebut diserahkan secara simbolis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung kepada Dispusarda Kota Metro.

Bambang mengatakan Festival Literasi Kota Metro merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memperkuat gerakan literasi masyarakat.

Menurut dia, literasi dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai pendidikan dan pemerintahan hingga partisipasi masyarakat. Kemampuan memahami informasi juga diperlukan agar masyarakat dapat menyikapi perkembangan zaman dengan lebih bijak.

“Sebagai Kota Metro yang bercita-cita menjadi Kota Cerdas, literasi menjadi fondasi dalam setiap aspek pembangunan, mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga partisipasi masyarakat,” katanya.

Festival Literasi Kota Metro 2026 pun menjadi rangkaian kegiatan yang mempertemukan berbagai bentuk literasi. Mulai dari aktivitas di ruang publik, kompetisi perpustakaan, kegiatan untuk anak-anak, talkshow, kesenian, hingga pengenalan literasi keuangan.

Dengan rangkaian tersebut, gerakan literasi di Metro tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan di perpustakaan, tetapi juga dibawa ke ruang-ruang yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)