08117992581

Berkali-kali Ditolak Saat Melamar Kerja, Jack Ma Menemukan Kesempatannya di Internet

$rows[judul] Keterangan Gambar : Jack Ma. foto/pinterest

Kota Metro, A1BOS.COM - Sebelum dikenal sebagai pendiri Alibaba, Jack Ma pernah berada di posisi yang sangat jauh dari dunia teknologi. Ia adalah seorang guru bahasa Inggris yang berusaha mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikannya. Beberapa kali ia mencoba mendapatkan pekerjaan, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Salah satu cerita yang kemudian sering ia sampaikan adalah pengalaman saat KFC membuka lowongan di Hangzhou. Ada 24 orang yang melamar. Sebanyak 23 orang diterima, sementara Jack Ma menjadi satu-satunya pelamar yang ditolak.

Bagi sebagian orang, pengalaman seperti itu mungkin cukup untuk membuat kepercayaan diri jatuh. Jack Ma memilih tetap bekerja sebagai guru bahasa Inggris. Ia belum tahu akan menjadi apa pada masa depan, tetapi kesempatan lain ternyata datang dari sesuatu yang sama sekali berbeda.

Berulang Kali Ditolak

Jack Ma memang tidak langsung menemukan pekerjaan yang cocok setelah lulus kuliah. Ia pernah menceritakan bagaimana dirinya mengalami sejumlah penolakan ketika mencoba mencari pekerjaan.

Pekerjaan di KFC adalah salah satu yang paling sering disebut karena ceritanya cukup sederhana. Hampir semua pelamar diterima, kecuali dirinya. Ia juga pernah bercerita tentang kegagalan mendapatkan pekerjaan lain, termasuk ketika melamar menjadi polisi.

Pada masa itu, Jack Ma tentu belum mempunyai alasan untuk menganggap penolakan tersebut sebagai bagian dari perjalanan menuju perusahaan besar. Ia hanya perlu mencari cara untuk melanjutkan hidup dan tetap bekerja.

Pilihan yang kemudian ia jalani adalah mengajar bahasa Inggris. Pekerjaan tersebut justru memberinya pengalaman yang kelak berguna ketika ia mulai berhubungan dengan orang-orang dari berbagai negara.

Ketika Jack Ma Mengenal Internet

Perubahan arah mulai terlihat pada 1995. Dalam perjalanan ke Amerika Serikat, Jack Ma berkenalan dengan internet. Saat itu, teknologi tersebut masih sangat baru, termasuk bagi masyarakat China.

Ia kemudian mencoba mencari informasi mengenai China melalui internet. Hasil pencariannya membuatnya menyadari bahwa informasi tentang negaranya di dunia maya masih sangat sedikit.

Jack Ma melihat keadaan tersebut sebagai peluang. Jika informasi tentang perusahaan-perusahaan China belum banyak tersedia di internet, berarti ada kebutuhan yang bisa diisi.

Ia kemudian membuat China Pages, sebuah situs yang menyediakan informasi tentang perusahaan-perusahaan China. Hasilnya belum seperti yang diharapkan. Namun, dari proyek tersebut Jack Ma mulai memperoleh pengalaman langsung mengenai bisnis internet.

Yang lebih penting, ia mulai melihat bahwa internet bukan hanya teknologi untuk mencari informasi. Ada kemungkinan bisnis yang jauh lebih besar di baliknya.

Dari Ruang Kecil di Hangzhou

Beberapa tahun kemudian, Jack Ma kembali mengembangkan gagasan tersebut. Pada 1999, ia mengumpulkan 17 teman dan rekan di apartemennya di Hangzhou.

Jumlah mereka 18 orang, termasuk Jack Ma. Dari pertemuan sederhana itu lahir Alibaba.

Modal awal yang mereka kumpulkan sekitar 60.000 dolar AS. Alibaba pada tahap awal tidak langsung menjadi perusahaan raksasa seperti sekarang. Fokusnya adalah membantu perusahaan China menemukan pembeli dan mitra bisnis melalui internet.

Gagasannya cukup sederhana: internet dapat mempertemukan usaha kecil dengan pasar yang lebih luas.

Perusahaan itu kemudian berkembang jauh melampaui bentuk awalnya. Alibaba tumbuh menjadi salah satu perusahaan teknologi dan perdagangan elektronik terbesar dari China.

Dari Guru Bahasa Inggris ke Dunia Bisnis

Ada satu hal yang menarik dari perjalanan Jack Ma. Ia tidak memulai karier dari dunia teknologi. Ia bukan programmer yang sejak awal membangun perusahaan internet.

Latar belakangnya justru sebagai guru bahasa Inggris. Pengalaman mengajar membuatnya terbiasa berkomunikasi dengan banyak orang dan menggunakan bahasa Inggris untuk berhubungan dengan dunia di luar China.

Ketika internet mulai berkembang, kemampuan tersebut bertemu dengan peluang yang sedang muncul. Jack Ma melihat sesuatu yang belum banyak dilihat orang pada saat itu, lalu mencoba membuat bisnis dari sana.

Jalannya juga tidak langsung mulus. China Pages belum menjadi keberhasilan besar. Alibaba pun membutuhkan waktu untuk berkembang. Namun, pengalaman dari satu usaha ke usaha berikutnya membuat Jack Ma semakin memahami dunia internet dan bisnis.

Kesempatan yang Datang Setelah Penolakan

Cerita tentang Jack Ma sering diringkas menjadi kisah seseorang yang berkali-kali ditolak lalu menjadi miliarder. Padahal, bagian menariknya justru berada di antara dua peristiwa tersebut.

Setelah gagal mendapatkan pekerjaan, ia tetap bekerja sebagai guru. Kemudian ia bertemu internet, mencoba membuat China Pages, mengalami kegagalan lagi, sebelum akhirnya mendirikan Alibaba bersama 17 orang lainnya.

Tidak ada satu momen yang langsung mengubah semuanya. Ada rangkaian percobaan, kegagalan, dan keputusan untuk mencoba lagi.

Jack Ma tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya ketika masih muda. Namun, ketika sebuah teknologi baru muncul, ia memilih mempelajarinya dan melihat kemungkinan yang bisa dibuat dari sana.

Dari situlah arah hidupnya berubah.

Penolakan yang dulu hanya terlihat sebagai kegagalan akhirnya menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang menuju Alibaba. Bukan karena setiap kegagalan pasti membawa seseorang menuju keberhasilan, melainkan karena Jack Ma tetap bergerak setelah gagal mendapatkan apa yang ia inginkan.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)