Keterangan Gambar : Rapat penerima RTLH dipimpin Sekda Lampung Selatan. foto/komdigi
KALIANDA, A1BOS.COM - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan skema baru bagi penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain memperoleh rumah layak huni, mereka akan didorong memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri melalui Program K3 (Kebun, Kolam, dan Kandang).
Program tersebut akan diintegrasikan dengan Program Desa Sehat sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.
Rencana itu mengemuka dalam rapat koordinasi mingguan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (20/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Supriyanto meminta percepatan penyusunan konsep Program K3 oleh perangkat daerah terkait. Menurut dia, bantuan RTLH seharusnya tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima.
“Harapannya, masyarakat penerima RTLH dapat memenuhi kebutuhan protein dan pangan secara mandiri melalui program Kebun, Kolam, dan Kandang. Program ini juga menjadi upaya mendukung pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, serta penurunan angka stunting,” ujar Supriyanto.
Ia menjelaskan, Program K3 dirancang agar setiap keluarga memanfaatkan lahan yang dimiliki sesuai kondisi masing-masing. Lahan tersebut dapat digunakan untuk menanam tanaman pangan, membudidayakan ikan, maupun memelihara ternak.
Dengan konsep itu, bantuan pemerintah diharapkan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memberi manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Untuk menyiapkan pelaksanaannya, Supriyanto meminta Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman segera menyusun desain teknis yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Konsep program akan dibagi dalam beberapa kategori agar dapat diterapkan pada berbagai karakteristik lahan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar penyusunan anggaran disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan sehingga seluruh komponen program dapat direalisasikan secara optimal.
“Jangan pekerjaan berbasis uang, tetapi uang berbasis fungsi. Hitung kebutuhan riil agar kebun, kolam, dan kandang benar-benar dapat dibangun dan dimanfaatkan masyarakat,” tegas Supriyanto.
Konsep Program K3 beserta kebutuhan anggarannya ditargetkan segera rampung. Setelah itu, program akan diuji coba di lokasi percontohan sebelum diterapkan secara bertahap di berbagai wilayah Kabupaten Lampung Selatan.(kom/BS)
Tulis Komentar