Keterangan Gambar : Program Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI). foto/komdigi lampung timur
LAMPUNG TIMUR, A1BOS.COM - Korupsi dicegah sejak dari ruang kelas. Itulah yang menjadi semangat Program Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Masuk Sekolah yang digelar di SMP Negeri 1 Way Jepara, Lampung Timur, Selasa (14/7).
Program tersebut mengajak para pelajar membangun karakter melalui kebiasaan sederhana, mulai dari bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, hingga berani melakukan hal yang benar. Nilai-nilai itu dinilai menjadi fondasi utama untuk mencegah lahirnya perilaku koruptif di kemudian hari.
Mewakili Wakil Bupati Lampung Timur, Asisten III Bidang Administrasi Umum Agusrina Syaka mengatakan korupsi bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga menyangkut moral, integritas, dan karakter. Karena itu, pencegahannya harus dimulai melalui pendidikan dan pembentukan karakter.
“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral, integritas, dan karakter. Pencegahan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, melainkan harus dimulai dari pendidikan dan pembentukan karakter,” ujar Agusrina.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui penanaman nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, keberanian, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi lahirnya pribadi yang berintegritas.
Agusrina juga mengingatkan para pelajar agar membiasakan diri bersikap jujur, menghormati guru dan orang tua, disiplin belajar, serta tetap melakukan hal yang benar meski tidak ada pengawasan.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa dan calon pemimpin masa depan. Integritas dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya berharap melalui Program PAKSI Masuk Sekolah ini akan lahir generasi Lampung Timur yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta berani menolak segala bentuk perilaku koruptif,” pesannya.
Komitmen serupa juga ditegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui dukungannya terhadap berbagai program yang mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Di saat yang sama, pemerintah daerah terus mengembangkan budaya antikorupsi, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Agusrina mengajak tenaga pendidik, orang tua, peserta didik, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadi teladan dalam membangun budaya jujur dan berintegritas demi mewujudkan Lampung Timur yang maju, sejahtera, dan bebas dari praktik korupsi.
Perwakilan Forum Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Provinsi Lampung menilai pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak dini agar menjadi bagian dari karakter setiap anak. Proses tersebut, menurutnya, memerlukan pembiasaan yang melibatkan sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
“Anak-anak perlu dibekali pemahaman bahwa korupsi tidak selalu berbentuk penyalahgunaan uang negara. Perilaku tidak jujur, menyontek, berbohong, hingga mengambil hak orang lain merupakan bibit-bibit perilaku koruptif yang harus dicegah sejak dini. Karena itu, Program PAKSI hadir untuk menanamkan nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian agar kelak lahir generasi yang mampu menjadi pelopor budaya antikorupsi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan penyampaian materi mengenai nilai-nilai antikorupsi serta pentingnya membangun karakter berintegritas di lingkungan sekolah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Lampung Timur Agusrina Syaka, perwakilan Forum Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Provinsi Lampung, Inspektur Kabupaten Lampung Timur Tarmizi, Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Lampung Timur Tri Wibowo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur Gunandi, Forkopimcam Way Jepara, Kepala SMP Negeri 1 Way Jepara beserta dewan guru, serta para peserta didik yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.(KOMDG/BS)
Tulis Komentar