Keterangan Gambar : Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) akan melaksanakan Mukernas pada 13-15 Oktober di Surabaya. foto/TDA
Surabaya, A1BOS.COM - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) akan melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 untuk menyatukan arah kerja organisasi dan memperkuat kontribusi jejaring pengusaha terhadap ekonomi nasional.
Mukernas TDA 9.0 akan berlangsung 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jawa Timur. Sekitar 500 pengurus dari pusat, 29 wilayah, dan 119 daerah akan terlibat dalam agenda tersebut.
Mukernas mengusung tema “Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi”. Forum tersebut diarahkan untuk menyatukan program, nilai, dan arah kerja pengurus TDA dari tingkat pusat hingga daerah.
Tiga agenda menjadi fondasi Mukernas 9.0. Yakni penguatan bisnis, kemitraan usaha, dan pemanfaatan teknologi.
Penguatan bisnis diarahkan pada pembangunan usaha yang lebih sehat melalui margin yang wajar, arus kas yang terjaga, serta sistem bisnis yang tidak sepenuhnya bergantung pada pemilik.
Kemitraan menjadi bagian penting untuk membuka peluang pertumbuhan melalui kolaborasi antaranggota, antardaerah, maupun dengan mitra di luar komunitas. Teknologi ditempatkan bukan hanya sebagai alat pemasaran, tetapi sebagai instrumen untuk membantu pelaku usaha memperbesar skala bisnis secara lebih efisien.
Surabaya dipilih sebagai lokasi Mukernas TDA 9.0 sekaligus menjadi titik awal perjalanan periode baru organisasi. Kota tersebut dinilai memiliki karakter yang sejalan dengan semangat TDA. Ekosistem bisnis lintas sektor dan generasi di Surabaya juga menjadi salah satu pertimbangan penyelenggaraan Mukernas.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari dirancang untuk mempertemukan pengurus sekaligus menerjemahkan arah strategis TDA 9.0 ke dalam agenda kerja.
Pada 13 Oktober, kegiatan mencakup kedatangan peserta, TDA Klub & Hobi, press conference, Sarasehan Majelis Wali Amanah, Gala Dinner, dan peluncuran TDA One.
Rangkaian berlanjut pada 14 Oktober melalui Leadership Camp serta diskusi panel bersama BOD dan daerah. Sehari berikutnya, agenda meliputi finalisasi program, penandatanganan MoU, penyerahan SK kepengurusan, pembekalan, dan penutupan.
Mukernas juga dirangkai dengan Discussion Panel, sarasehan bersama MWA dan Founder TDA, serta aktivitas klub dan hobi seperti padel, mini soccer, dan running. Setelah rangkaian utama, peserta dapat mengikuti Bromo Tour sebagai aktivitas lanjutan jejaring TDA.
Bagi TDA, Mukernas 9.0 menjadi forum untuk memperkuat koneksi antardaerah. Keterlibatan pengurus dari 119 daerah menjadi ruang untuk membawa perspektif dan kebutuhan masing-masing daerah ke dalam arah kerja nasional.
Ichlasul Amal Rangga Winata, Chief Ecosystem Development TDA, mengajak seluruh pengurus menjadikan Mukernas sebagai momentum bergerak bersama.
“Mukernas bukan sekadar tentang hadir di satu agenda organisasi. Ini adalah momentum untuk kembali berkumpul, menyatukan energi, menyamakan langkah, dan menentukan arah perjalanan kita bersama. Dari pusat, wilayah, hingga daerah, setiap pengurus punya peran penting dalam membangun ekosistem TDA yang semakin kuat dan berdampak.”
Ia menambahkan, kehadiran pengurus dari berbagai daerah menjadi bagian penting dari semangat kolaborasi yang ingin dibangun melalui Mukernas TDA 9.0.
“Mari kita hadir, bertemu, berdiskusi, berbagi gagasan, dan membawa semangat dari daerah masing-masing ke Mukernas TDA 9.0. Surabaya menjadi titik temu kita. Saatnya kita bergerak bersama, bertumbuh bersama, dan memperluas dampak wirausaha bersama. Let’s go together!”
Perubahan nyata pada usaha anggota dan kekuatan kolaborasi antardaerah ditempatkan sebagai ukuran keberhasilan Mukernas TDA 9.0. Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui pengukuran dampak, penguatan kapasitas usaha, kemitraan dan akses pasar, serta pemanfaatan teknologi.
Penguatan kapasitas mencakup mutu produk, efisiensi biaya, tata kelola, pembukuan, legalitas, dan kesiapan permodalan. Akses pasar diarahkan pada peluang transaksi antaranggota, rantai pasok korporasi, program pemerintah, dan lembaga pembiayaan.
Memasuki periode 9.0, TDA menargetkan terbentuknya arah kerja nasional yang lebih terukur di seluruh daerah. Forum tiga hari di Surabaya menjadi ruang untuk menyelaraskan program sekaligus menerjemahkan tema besar TDA 9.0 ke dalam agenda kerja yang dapat dijalankan di daerah.
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) berdiri sejak 2006 sebagai wadah bagi pengusaha untuk belajar, bertumbuh, terhubung, berkolaborasi, dan memberi dampak bersama. Dalam perjalanan dua dekade, TDA berkembang melalui kekuatan daerah, kepercayaan antaranggotanya, serta jejaring pengusaha di berbagai wilayah.
Pada 2026, TDA memasuki periode kepengurusan 9.0 dengan fokus pada penguatan komunitas, kapasitas, dan ekosistem kewirausahaan.
Tulis Komentar