Karanganyar, A1BOS.COM - Kontingen peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke VIII Kongres Advokat Indonesia tahun 2026 melakukan ziarah ke kompleks makam Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto, di Astana Giribangun, Sabtu (18/04/2026).
Ziarah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KAI, Siti Jamaliah Lubis, didampingi Sekretaris Jenderal KAI Apolos Djara Bonga, serta jajaran pengurus DPP, DPD, dan DPC dari berbagai daerah di Indonesia.
Turut hadir dalam rombongan di antaranya kontingen DPD KAI Provinsi Lampung serta perwakilan DPC KAI dari Bandar Lampung, Kota Metro, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Utara.

Kegiatan ziarah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Rakernas KAI ke VIII yang digelar di Semarang. Para peserta tampak khidmat mengikuti prosesi doa bersama dan tabur bunga di pusara Presiden ke-2 RI dan istrinya, Siti Hartinah.
Ketua Umum DPP KAI, Siti Jamaliah Lubis, mengatakan kegiatan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para tokoh bangsa yang telah berjasa besar dalam membangun Indonesia.
“Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum refleksi bagi seluruh advokat KAI untuk meneladani semangat pengabdian para pemimpin bangsa. Kami mengenang jasa Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar H.M. Soeharto, yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan nasional,” ujar Siti Jamaliah Lubis.
Ia juga menambahkan bahwa semangat perjuangan tokoh nasional selaras dengan nilai perjuangan pendiri KAI, Indra Sahnun Lubis, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kemerdekaan profesi advokat di Indonesia.
“Sebagaimana jasa para pahlawan bangsa, kami juga mengenang jasa pendiri KAI, almarhum Indra Sahnun Lubis, yang dengan pengorbanannya berhasil membangun organisasi advokat yang kini menaungi lebih dari 40.000 anggota di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Sejarah Astana Giribangun, Makam Presiden ke-2 RI
Sebagai bagian dari wisata religi nasional, Astana Giribangun dikenal sebagai kompleks pemakaman keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto yang terletak di lereng tenggara Gunung Lawu, tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 kilometer dari Kota Surakarta.

Kompleks makam tersebut dibangun sejak tahun 1974 dan diresmikan pada 23 Juli 1976 oleh keluarga besar Ibu Tien Soeharto. Pembangunan awal ditandai dengan pemindahan jenazah orang tua Ibu Tien sebagai cikal bakal kompleks pemakaman keluarga.
Astana Giribangun memiliki tiga cungkup utama, yakni Argotuwuh, Argokembang, dan Argosari, yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dari kelahiran hingga kembali kepada Sang Pencipta. Di cungkup Argosari, Presiden Soeharto dimakamkan berdampingan dengan istrinya, Ibu Tien Soeharto, yang wafat lebih dahulu pada 1996.
Selain menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden ke-2 RI, kompleks ini juga menjadi salah satu destinasi ziarah nasional yang rutin dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Refleksi Nilai Kebangsaan dalam Rakernas KAI
Kegiatan ziarah ke makam tokoh bangsa ini diharapkan mampu memperkuat nilai kebangsaan dan profesionalisme advokat di lingkungan KAI. Para peserta Rakernas menilai bahwa semangat pengabdian dan keteladanan para pemimpin bangsa menjadi inspirasi dalam menjalankan profesi advokat yang menjunjung tinggi hukum dan keadilan.
Melalui kegiatan tersebut, Rakernas KAI ke VIII tidak hanya menjadi forum strategis organisasi, tetapi juga momentum mempererat solidaritas antaradvokat sekaligus meneguhkan komitmen menjaga integritas profesi hukum di Indonesia. (Red)
Tulis Komentar