08117992581

Hope Karya Na Hong-jin Kuasai Box Office Korea Selatan

$rows[judul] Keterangan Gambar : hope.foto/imdb

KOTA METRO, A1BOS.COM - Hope, film terbaru sutradara Na Hong-jin, langsung menguasai box office Korea Selatan. Film tersebut bertahan di posisi teratas selama sembilan hari berturut-turut sejak tayang 15 Juli 2026.

Hingga 23 Juli, Hope telah mengumpulkan 2.648.443 penonton. Film berdurasi 156 menit itu juga menjadi pencapaian tercepat Na Hong-jin dalam meraih 1 juta dan 2 juta penonton.

Tembus 2 Juta Penonton dalam Lima Hari

Berdasarkan data Dewan Film Korea hingga 24 Juli 2026, Hope memimpin box office harian sejak hari pertama penayangan. Pada 23 Juli saja, film tersebut ditonton 115.010 orang.

Hope menembus 1 juta penonton hanya dalam tiga hari. Angkanya kemudian melampaui 2 juta penonton dalam lima hari. Catatan tersebut menjadi yang tercepat sepanjang karier Na Hong-jin.

Film ini menguasai sekitar 64,8 persen dari total pendapatan tiket harian di Korea Selatan. Jumlah penontonnya diprediksi menembus 3 juta pada akhir pekan ini.

Pesaing terdekatnya adalah film animasi Minions & Monsters yang berada di posisi kedua. Namun, selisih jumlah penonton keduanya masih terpaut jauh.

Posisi Hope kemungkinan mendapat tantangan baru pekan depan. Spider-Man: Brand New Day yang akan dirilis telah memimpin pemesanan tiket awal.

Penayangan internasional Hope direncanakan berlangsung bertahap mulai bulan depan. Film tersebut dipastikan tayang di Amerika Serikat pada 9 September 2026. Karena itu, saat ini Hope belum masuk peringkat box office dunia.

Kesuksesan komersial itu datang setelah Hope memicu perdebatan di kalangan penonton dan kritikus seusai pemutaran perdananya di Festival Film Cannes 2026.

Film ini secara umum mendapat penilaian positif. Penonton Korea memberikan nilai rata-rata 7,2–8,2 di berbagai platform. Sementara itu, kritikus internasional mencatatkan skor segar 82 persen di Rotten Tomatoes dan 68 poin di Metacritic.

Pujian terutama diberikan terhadap arahan cerita yang intens, akting para pemain, serta konsep fiksi ilmiah yang dinilai belum pernah ada sebelumnya dalam perfilman Korea.

Namun, sejumlah kritik juga muncul. Beberapa bagian alur dinilai terasa terputus. Efek visual pada adegan siang hari dianggap kurang sempurna. Akhir ceritanya juga dinilai menggantung hingga memunculkan dugaan bakal ada kelanjutan.

Perdebatan serupa pernah mengiringi film Na Hong-jin sebelumnya, The Wailing. Film tersebut kemudian diakui sebagai salah satu karya terbaik pada masanya.

Teror Makhluk Asing di Desa Hopo

Hope mengambil latar desa pelabuhan terpencil bernama Hopo, dekat Zona Demiliterisasi (DMZ). Cerita bermula dari laporan serangan hewan buas yang ternyata menjadi pertanda kedatangan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dan tidak diketahui manusia.

Situasi semakin buruk ketika kebakaran hutan besar memutus seluruh jalur komunikasi. Bantuan militer juga dialihkan.

Kepala polisi Beom-seok dan petugas pemula Sung-ae akhirnya harus berjuang melindungi warga desa yang sebagian besar merupakan lansia.

Pada saat bersamaan, sekelompok pemburu pimpinan Sung-ki memasuki pegunungan. Mereka berusaha melacak jejak makhluk tersebut. Namun, para pemburu itu justru berubah menjadi buruan.

Ketidaktahuan itu kemudian berkembang menjadi konflik besar hingga berujung pada bencana berskala kosmik. Ikatan persaudaraan, ketakutan, dan harapan manusia diuji di tengah ketidakpastian. Film ini memiliki klasifikasi usia 15 tahun ke atas.

Deretan aktor Korea dan bintang internasional mengisi jajaran pemeran. Hwang Jung-min memerankan Beom-seok, kepala kantor polisi desa yang teguh dan penuh tanggung jawab.

Zo In-sung tampil sebagai Sung-ki, pemimpin kelompok pemburu yang menjadi ujung tombak pelacakan makhluk asing. Jung Ho-yeon memerankan Sung-ae, petugas polisi pemula yang tangguh menghadapi bahaya.

Sejumlah aktor internasional turut memperkuat cerita. Michael Fassbender memerankan makhluk asing bernama Ma’veyyo. Alicia Vikander tampil sebagai Jor, Taylor Russell sebagai Ai’dovor, dan Cameron Britton sebagai Va’migere.

Untuk Indonesia, belum ada kepastian jadwal penayangan. Hingga saat ini, distributor lokal maupun jaringan bioskop besar seperti XXI, CGV, dan Cinepolis belum mengumumkan tanggal resmi.

Informasi yang menyebut tanggal tertentu juga belum memiliki konfirmasi resmi dan masih berupa perkiraan. Hak siar Hope memang telah terjual ke lebih dari 200 negara. Namun, jadwal untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih disusun dan akan diumumkan mendekati penayangan internasional.(BS)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)