Bandar Lampung, A1BOS.COM - Dinas Perindustrian (Diskperin) Kota Bandar Lampung menggandeng Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk melatih para santri dalam keterampilan membatik.
Kepala Diskperin Kota Bandar Lampung, Ahmad Husna, mengatakan program ini diusulkan langsung oleh pihaknya dan sudah dipaparkan kepada Kemenperin beberapa hari lalu.
“Kita akan menggandeng Kemenperin untuk membiayai dan memfasilitasi program pelatihan membatik bagi santri. Santri kita pilih karena mereka menetap di pesantren, sementara proses membatik membutuhkan waktu cukup panjang, mulai dari membuat pola, menyiapkan lilin, membatik, hingga pelepasan lilin,” jelas Husna, Jumat (22/08/2025).
Menurutnya, selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diharapkan mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Dengan begitu, pesantren dapat memproduksi seragam batik sendiri,
“Santri yang lulus memiliki bekal membuka usaha batik secara mandiri,” ujarnya.
Husna menambahkan, pengadaan alat produksi untuk UMKM menjadi program berbeda.
“Itu sudah saya sampaikan, UMKM di Bandar Lampung memang perlu difasilitasi. Tahun depan akan kita anggarkan melalui APBD,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, Diskperin akan memilih satu pesantren sebagai percontohan. Tahun berikutnya, program serupa akan diperluas ke pesantren-pesantren lain.
“Kalau tidak ada kendala, kita targetkan pelatihan membatik ini bisa mulai berjalan September 2025,” pungkasnya. (JJ)
Tulis Komentar