08117992581

Drama AI China Viral di YouTube, Biaya Produksi Murah Untung Berlipat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Salah satu tayangan dracin dengan AI. foto/screenshoot youtube.

KOTA METRO, A1BOS.COM - Fenomena film dan drama pendek (micro drama) berbasis kecerdasan buatan (AI) dari China semakin ramai menghiasi YouTube, TikTok, Facebook, hingga Instagram.

Produksi yang semula mengandalkan aktor, kru, dan lokasi syuting kini banyak digantikan oleh karakter virtual yang dibuat sepenuhnya menggunakan AI.  

Tren tersebut berkembang sangat cepat. Laporan China Netcasting Services Association menyebutkan lebih dari 95 persen micro drama baru yang dirilis di China pada kuartal pertama 2026 merupakan produksi AI. Jumlahnya mencapai sekitar 122.000 judul, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang nyaris belum ada produksi serupa.  

Ceritanya pun beragam, mulai drama kerajaan, silat, fantasi, hingga romansa modern. Setiap episode umumnya berdurasi satu hingga lima menit, kemudian digabung menjadi video berdurasi satu hingga dua jam saat diunggah ke YouTube.

Produksi Lebih Cepat dan Murah

Perkembangan teknologi AI membuat proses produksi berubah drastis. Pembuatan naskah, desain karakter, animasi, pengisian suara, hingga penyuntingan kini dapat dilakukan dengan bantuan AI.

Sejumlah platform seperti Kling AI, Seedance, dan Hailuo AI banyak dimanfaatkan untuk menghasilkan video dengan kualitas visual yang semakin realistis. Teknologi tersebut memungkinkan tim kecil menghasilkan konten yang sebelumnya membutuhkan puluhan kru dan waktu produksi berbulan-bulan.  

Mengapa Menguntungkan?

Model bisnis film AI dinilai menarik karena biaya produksi jauh lebih rendah dibandingkan produksi konvensional.

Kantor Berita reuters menyebutkan, keuntungan diperoleh dari berbagai sumber, seperti monetisasi YouTube, platform drama berbayar, lisensi ke luar negeri, sponsor, hingga iklan afiliasi. Satu cerita juga dapat didistribusikan ke berbagai platform sekaligus, mulai YouTube, Douyin, TikTok, Facebook, Instagram Reels hingga aplikasi micro drama.  

Industri micro drama di China, menurut CNA diperkirakan bernilai sekitar 120 miliar yuan atau sekitar Rp270 triliun pada 2026, melampaui pendapatan box office tahunan di negara tersebut.  

Peluang Besar, Tantangan Juga Muncul


Salah satu film drama China produksi AI. foto/screenshoot youtube. 

Di balik pertumbuhan pesat itu, penggunaan AI memunculkan kekhawatiran baru. Banyak aktor, kru film, hingga pekerja kreatif mulai kehilangan pekerjaan karena proses produksi semakin otomatis. Selain itu, muncul pula persoalan hak cipta serta keaslian karya yang masih menjadi perdebatan di industri kreatif.  

Meski demikian, banyak pengamat menilai AI akan menjadi bagian penting dalam industri hiburan ke depan. Bukan hanya untuk produksi micro drama, tetapi juga film berdurasi panjang, sehingga persaingan tidak lagi ditentukan oleh besarnya modal, melainkan kekuatan cerita dan kreativitas pembuat konten.(bs)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)