08117992581

Warga Demo di Kantor Wali Kota Balam Tuntut Solusi Atasi Banjir

$rows[judul]

Bandar Lampung, A1BOS.COM - Wahyu mengecam tindakan keras tersebut, mengingat kebebasan berekspresi dan diklaim dijamin oleh konstitusi.

“Jika wali kota tidak mampu mengatasi permasalahan ini, sebaiknya beliau mundur dari jabatannya. Warga tidak bisa terus menjadi korban,” kata Wahyu.

Para demonstran berjanji akan melanjutkan aksi mereka hingga pemerintah kota memberikan langkah nyata untuk mengatasi masalah banjir secara tuntas.

Mereka berharap suara mereka didengar demi terciptanya perubahan yang lebih baik bagi Bandar Lampung.

Sementara itu Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana sebelumnya telah mencatat OPD terkait untuk segera mencatat banyaknya rumah yang dibangun pada drainase atau saluran air.

“Setelah kami evaluasi kasusnya sama seperti yang ada di Kecamatan Sukabumi banyak rumah yang dibangun di atas gorong-gorong atau drainase dan ini akan segera kami rapihkan. Camat-camat semua OPD Forkompinda turun mengawasi semua kecamatan, khususnya Panjang,” tutupnya.

Kemudian banyak jalan air yang ditutup oleh Pelindo di dekat pemukiman warga dalam.

"Larena sebelumnya tidak seperti ini jadi air tidak bisa keluar. Ini sama seperti di depan kantor Pelindo banjirnya, begitu semua gorong-gorongnya yang ditutup itu terbuka, semua airnya mengalir lancar maka kita harus berkolaborasi dulu cari jalan keluar," ujarnya.

Selain itu, menghentikannya juga langsung melakukan pengerukan sedimen seperti lumpur dan memperbaiki drainase yang tersumbat.

“Kita juga segera memperbaiki gorong-gorong yang kecil diperbesar, sedimen lumpur kita keruk dan ambil,” ucapnya. 

Bunda Eva juga menandaskan solusi dari banjir tersebut adalah dengan cara membuat embung pada dua penyangga kabupaten.

“Solusinya satu setelah kita berdiskusi dengan balai (BBWS, red), yakni membuat bendungan di wilayah pesawaran dan Lampung Selatan, dan Pemerintah sana insyaAllah siap,” ujarnya. (JJ)

 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)