08117992581

Tingkatkan Iman dan Toleransi Antar Umat, Smansa Metro Gelar Pesantren Kilat Kajian Karakter

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (Smansa) Kota Metro menggelar Pesantren kilat tentang Kajian Karakter Keagamaan dan Tauhid (Karakter) di masjid Al-Hikmah sekolah setempat, Selasa (02/04/2024).

Tujuan giat tersebut guna meningkatkan iman dan taqwa siswa dan siswi Smansa Metro.

Dikatakan Ketua Pelaksana kegiatan tersebut, Amanda Putri Haida, giat tersebut menyerupai pesantren Ramadhan namun lebih pada giat tersebut lebih mengedepankan toleransi.


"Kita berkolaborasi antara OSIS PK, Rohani Islam, Rohani Kristen Katolik dan juga Rohani Hindu, jadi kita lebih mengedepankan toleransi dalam kegiatan ini," ujarnya.

Ia menuturkan, kegiatan Kajian Karakter Keagamaan dan Tauhid (Karakter) berlangsung selama 3 hari.

"Dari tanggal 2 sampai di tanggal 4 besok ada bazar Ramadhan terus kita juga ada buka bersama dihari ketiga dan nanti ada kegiatan literasi atau literatur charity, kita membagikan sembako ke warga sekitar yang membutuhkan," tuturnya.

Amanda menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi Smansa dari kelas 10 dan 11.

"Kelas dua belasnya enggak wajib karena mereka sudah selesai ujian dan juga sedang mempersiapkan terkait Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT)," katanya.

"Saya berharap teman-teman yang mengikuti kegiatan ini bisa antusias mengikuti kegiatan ini dan juga menambah wawasan ilmu keagamaan dan kerohanian juga buat seluruh siswa-siswi Smansa Metro," terangnya.

Mewakili Kepala Sekolah, Ketua Pelaksana kegiatan pesantren kilat Smansa Metro, Sugiyono mengatakan, giat tersebut merupakan integrasi dari bagian pihak sekolah  yang telah mempunyai visi yang jelas.

"Kita mencoba memfasilitasi peserta didik agar mengerti tentang agama, sehingga dengan kegiatan pesantren kilat itu dia bisa lebih bertaqwa secara umum dan bisa diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari dengan ketaatan kepada ruhnya," jelasnya.

"Saya berpesan kepada para siswa agar bisa mengambil pelajaran dari kegiatan ini sehingga kalau ulama salaf Ibnu Qoyim mengatakan, bahwa hati itu akan mati dan dimana hati itu akan hidup kalau dia berada pada majelis ilmu, yang dimaksud itu adalah majelis ilmu Qalallah dan Qala Rasulullah yang merupakan risalah dari ruhnya," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)