08117992581

Terapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, FKIP Unila Gelar Pendidikan Inklusi

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Guna menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Kampus B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar pendidikan inklusi bagi mahasiswa prajabatan FKIP Unila, Kamis (08/08/2024).

Dikatakan Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD FKIP Universitas Lampung, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., bahwa kegiatan tersebut agar mahasiswa PPG benar-benar bisa mendapatkan bekal dan wawasan untuk menangani kasus-kasus terutama pada anak istimewa (disabilitas).


"Di sini kami sudah merangkum sedemikian rupa, bukan hanya sosialisasi tapi betul-betul penerapan. Dimana di situ ada praktik-praktiknya ada contoh-contoh terapannya," ujarnya.

Ia menuturkan, setelah pihaknya selesai menyampaikan materi maka mahasiswa prajabatan mendapatkan tugas untuk menganalisis kasus yang telah disampaikan dengan kelompoknya.

"Dan nanti akan ada presentasi berdasarkan kelompok masing-masing, itu lebih mengenal, lebih memahami seperti itu jadi bukan teori praktiknya," tuturnya 

Sowiyah menyampaikan, pada giat tersebut juga dirinya mengadakan pre-test guna mengetahui pengetahuan awal mahasiswa prajabatan.

"Setelah selesai nanti sebelum penutupan ada namanya pos tes, jadi kami akan mengetahui peningkatan pemahaman dari adanya materi-materi yang saya sampaikan itu dia mendapatkan ilmu untuk mereka kembangkan nanti di sekolah," ungkapnya.

"Kenapa tujuannya kembali lagi ke mahasiswa PPG, karena memang benar mereka profesional, kami mengajarkan dengan penanaman empati untuk menghargai agar bisa dijaring oleh orang tua dengan baik dan masyarakat sekitar dan rasa peduli sebagai pendidik itu ada tanggung jawabnya adalah bagaimana mengayomi para orang tua yang mempunyai masalah anak-anak difabel," terangnya.

Selain itu Sowiyah juga mengatakan, kegiatan serupa diikuti oleh 32 mahasiswanya.

"Karena ini memang sudah saya analisis dari awal setelah pelatihan ini mereka dapat melayani anak-anak difabel, yang pasti saya siap untuk mendampingi mereka dalam setiap pertanyaan sehingga di sana ada relawan-relawan pendidikan inklusi," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan mahasiswa PPG prajabatan gelombang 2 tahun 2023, Fredi Prabowo, bahwa kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat luar biasa yang dapat memberikan pengalaman baru dalam dirinya tentang bagaimana menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di masyarakat dalam menangani anak-anak inklusi.


"Jadi ilmu yang kami dapatkan itu sangat bermanfaat untuk kami dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus, bagaimana cara memberikan pendidikan, pelayanan dan seterusnya," paparnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD FKIP Universitas Lampung, Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd. sangatlah penting.

"Banyak yang masuk contohnya anak berkebutuhan khusus tuna laras dan seterusnya dan itu bagi kami ilmu yang baru yang bisa kami terapkan di pendidikan-pendidikan reguler," bebernya.

"Setelah ini kami akan melakukan observasi anak untuk menganalisis bahwa anak-anak ini masuk di bagian mana, anak berkebutuhan khusus apa dan setelah itu kami akan berusaha mencari solusi untuk menangani pendidikan untuk anak tersebut," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)