08117992581

Sudah Bertahun-tahun Bekerja tapi Gaji Tak Banyak Berubah, Apa yang Salah?

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ilustrasi dibuat dengan AI.

Kota Metro, A1BOS.COM - Sudah bertahun-tahun bekerja, tetapi gaji terasa jalan di tempat? Kondisi seperti ini cukup sering terjadi. Lama bekerja ternyata tidak otomatis membuat penghasilan ikut naik.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab. Mulai dari keterampilan yang tidak banyak berkembang, tanggung jawab yang tidak bertambah, kontribusi yang belum terlihat jelas, sampai pekerja yang tidak pernah membicarakan kenaikan gaji atau promosi.

Bukan berarti kemampuan seseorang tidak dihargai. Bisa jadi, pengalaman yang dimiliki belum berubah menjadi nilai yang terlihat dan punya daya tawar.

Lama Bekerja Belum Tentu Menambah Nilai

Masa kerja memang penting. Namun, perusahaan biasanya tidak hanya melihat berapa lama seseorang sudah bekerja.

Tanggung jawab, keterampilan, hasil kerja, dan dampak terhadap perusahaan ikut menjadi pertimbangan.

Misalnya, seseorang sudah bekerja selama 10 tahun, tetapi pekerjaan yang dilakukan masih sama seperti ketika pertama masuk. Sementara itu, keterampilan dan tanggung jawab tidak banyak bertambah.

Dalam kondisi seperti itu, kenaikan gaji besar tentu tidak mudah didapat.

Karena itu, coba lihat kembali perjalanan karier sendiri. Selama beberapa tahun terakhir, apakah yang bertambah hanya masa kerja atau juga kemampuan dan tanggung jawab?

Banyak Orang Justru Takut Meminta

Profesor Carnegie Mellon University Linda Babcock, penulis buku Women Don’t Ask, banyak meneliti soal negosiasi di tempat kerja.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah banyak pekerja enggan meminta gaji lebih tinggi, promosi, atau kesempatan yang lebih baik.

Alasannya beragam. Ada yang takut dianggap terlalu menuntut. Ada pula yang khawatir hubungan dengan atasan menjadi tidak nyaman.

Padahal, meminta kenaikan gaji tidak harus dilakukan dengan cara agresif.

Pembicaraan bisa dimulai dengan melihat perkembangan pekerjaan dan kontribusi yang sudah diberikan.

Misalnya:

“Saya ingin membahas perkembangan tanggung jawab saya dan kemungkinan penyesuaian kompensasi berdasarkan kontribusi yang sudah saya berikan.”

Kalimat seperti itu membuka ruang pembicaraan tanpa menjadikannya sebagai tuntutan sepihak.

Jangan Menebak-nebak Nilai Gaji Sendiri

Penulis Fearless Salary Negotiation, Josh Doody, menekankan pentingnya mengetahui nilai pasar sebelum melakukan negosiasi.

Artinya, jangan hanya merasa gaji terlalu kecil. Cari tahu lebih dulu berapa kisaran gaji untuk posisi yang sama dengan mempertimbangkan pengalaman, keterampilan, industri, dan lokasi.

Informasi tersebut bisa menjadi bahan ketika berbicara dengan perusahaan.

Negosiasi pun tidak selalu soal gaji pokok. Ada hal lain yang bisa dibicarakan, seperti bonus, tunjangan kesehatan, cuti tambahan, fleksibilitas kerja, biaya pelatihan, hingga fasilitas kerja dari jarak jauh.

Namun, sebelum masuk ke pembicaraan soal angka, siapkan bukti.

Berapa penjualan yang berhasil ditingkatkan? Berapa biaya yang berhasil dihemat? Berapa proyek yang diselesaikan? Apakah ada pekerjaan yang menjadi lebih cepat atau efisien karena kontribusi Anda?

Semakin jelas hasilnya, semakin mudah menjelaskan nilai yang diberikan.

Jangan Berhenti Belajar

Karier juga bisa mandek ketika seseorang terlalu lama mengandalkan keterampilan lama.

Psikolog organisasi dan penulis Give and Take serta Think Again, Adam Grant, banyak membahas pentingnya belajar dan kemampuan beradaptasi dalam pekerjaan.

Dunia kerja berubah. Teknologi berubah. Kebutuhan perusahaan juga berubah.

Karena itu, pekerja perlu sesekali bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah keterampilan saya masih dibutuhkan?
  • Apa keterampilan baru yang perlu saya kuasai?
  • Apakah saya siap mengambil tanggung jawab lebih besar?
  • Apakah saya punya hasil kerja yang bisa ditunjukkan?
  • Apakah saya dikenal sebagai orang yang bisa menyelesaikan masalah?

Belajar juga tidak harus selalu melalui pendidikan formal.

Pelatihan singkat, sertifikasi, membaca, mengerjakan proyek baru, atau belajar dari rekan yang lebih berpengalaman bisa menjadi langkah awal.

Jangan Hanya Menunggu Promosi

Ada pekerja yang merasa sudah waktunya naik jabatan, tetapi memilih diam dan menunggu perusahaan menyadarinya.

Padahal, pembicaraan soal karier bisa dimulai sendiri.

Coba tanyakan kepada atasan apa yang harus dicapai agar bisa dipertimbangkan untuk promosi. Tanyakan pula keterampilan apa yang masih kurang dan kapan perkembangan pekerjaan akan dievaluasi.

Pembicaraan seperti ini membuat persoalan tidak berhenti pada “gaji saya kurang”.

Fokusnya bergeser menjadi, “Apa yang harus saya lakukan agar nilai dan tanggung jawab saya meningkat?”

Menurut Josh Doody, salah satu pendekatan dalam karier adalah menunjukkan bahwa seseorang sudah mampu menjalankan sebagian tanggung jawab dari posisi yang lebih tinggi sebelum meminta jabatan tersebut secara resmi.

Kalau Tidak Berubah, Kapan Harus Pindah?

Tidak semua masalah gaji bisa diselesaikan dengan negosiasi.

Ada perusahaan yang memang memiliki struktur gaji terbatas. Ada pula yang tidak punya jalur promosi yang jelas atau sedang menghadapi masalah keuangan.

Pindah kerja bisa mulai dipertimbangkan ketika tanggung jawab terus bertambah tetapi kompensasi tidak berubah, promosi hanya dijanjikan tanpa kejelasan, atau tidak ada kesempatan untuk mengembangkan keterampilan.

Begitu juga ketika hasil kerja sudah bisa dibuktikan tetapi tidak pernah mendapat respons yang jelas.

Namun, jangan buru-buru mengajukan resign.

Perbarui CV, lihat peluang di pasar kerja, cari tahu kisaran gaji, dan bangun jaringan profesional lebih dulu. Pastikan juga kondisi keuangan cukup aman sebelum mengambil keputusan.

Mulai dari Hal yang Bisa Diukur

Kalau gaji sudah lama tidak berubah, jangan hanya menunggu.

Coba lakukan beberapa langkah sederhana:

  1. Catat pencapaian selama satu tahun terakhir.
  2. Cari angka atau hasil yang bisa menunjukkan dampaknya.
  3. Bandingkan gaji dengan posisi sejenis di pasar kerja.
  4. Tentukan keterampilan yang perlu ditingkatkan.
  5. Minta waktu khusus untuk membicarakan perkembangan karier.
  6. Tanyakan syarat promosi dan kenaikan gaji.
  7. Sampaikan kontribusi yang sudah diberikan.
  8. Tentukan kapan pembicaraan tersebut akan dievaluasi kembali.
  9. Jika tidak ada perkembangan, mulai melihat peluang lain.
  10. Jangan resign sebelum memiliki rencana keuangan.

Pengalaman Perlu Diubah Menjadi Daya Tawar

Bertahun-tahun bekerja memang menghasilkan pengalaman. Tetapi pengalaman saja belum tentu cukup untuk menaikkan nilai seseorang di tempat kerja.

Pengalaman akan lebih kuat ketika dibarengi keterampilan baru, tanggung jawab yang meningkat, hasil kerja yang bisa diukur, dan keberanian membicarakan perkembangan karier.

Jadi, kalau gaji bertahun-tahun tidak banyak berubah, jangan langsung menyimpulkan bahwa kerja keras Anda tidak berarti.

Bisa jadi ada satu hal yang belum dilakukan: menunjukkan dengan jelas apa yang sudah Anda bawa ke perusahaan dan ke mana kemampuan Anda bisa berkembang berikutnya.

Karier tidak selalu bergerak karena waktu. Kadang, karier bergerak ketika seseorang mulai menambah nilai, menunjukkan hasil, dan berani membicarakan langkah berikutnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)