08117992581

SD Negeri 8 Metro Utara Gelar Kegiatan Parenting Guna Membentuk Karakter Anak

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Metro Utara menggelar Sosialisasi Pengembangan Kemitraan dengan tema Peran Orang Tua dan Sekolah dalam Membentuk Karakter Anak, bertempat di halaman sekolah setempat, Kamis (12/12/2024).

Dikatakan Kepala Sekolah SD Negeri 8 Metro Utara, Fitrotus Sangadah, S.Pd.SD, bahwa antusias peserta sangat luar biasa. 

"Terlihat dari orang tua wali itu antusias sekali untuk bertanya berkaitan untuk kemajuan karakter anak didik," ujarnya. 


Menurutnya, narasumber pada kegiatan tersebut sangat luar biasa. 

"Sehingga bisa tersampaikan tentang tujuan dan maksud dari kegiatan kita pada hari ini," ucapnya. 

Pihaknya menuturkan, bahwa jumlah peserta pada kegiatan yang sama berjumlah 100 orang yang terdiri dari wali kelas 1 dan 2.

"Untuk kedepannya kita bisa panggil wali murid selanjutnya kelas 4, 5 atau kelas 6, ini tadi ada beberapa yang izin karena ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, tapi hari ini yang hadir adalah sekitar 70-80 persen," katanya. 

"Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini adanya perubahan pola pikir dari wali murid terkait pendidikan karakter anak di rumah, tidak hanya di sekolah," terangnya. 

Sementara itu tampak hadir, narasumber kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kemitraan SD Negeri 8 Metro Utara, Gatot Subroto, S.H. dalam giat mengatakan, bahwa dirinya akan membahas tentang mendidik anak dengan penuh penuh cinta. 


"Dalam mendidik anak itu kita ada rumusnya yaitu rumusnya 7 kali 3. Yang pertama itu usia fase nol sampai 7 tahun yang harus kita lakukan terkait anak kita yaitu melakukan mereka seperti raja, kenapa karena anak-anak ini masih pingin tahu, pingin dilayani, pengen diperhatikan dan ini harus kita lakukan seperti raja, kenapa karena saat usia fase inilah kita memberikan kasih sayang yang penuh pada anak-anak kita," ungkapnya. 

Menurutnya anak-anak lahir bagaikan selembar kertas putih. 

"Mau ditulis warna biru, hijau, hitam, merah itu terserah kita mendidiknya, dan itulah nanti yang akan dia lakukan, maka kita harus didik mereka dengan hal-hal baik," tuturnya. 

Gatot menjelaskan bahwa anak setelah menginjak usia 8 sampai 14 tahun harus perlakukan mereka seperti tahanan. 


"Anak di fase kedua ini harus mulai diatur, contohnya kalau pagi harus segera mandi, setelah pulang sekolah harus tidur atau harus les kemudian jam enam sore sudah harus berhenti main HP, bapak ibu harus meluangkan banyak waktu untuk memberikan aturan-aturan supaya mereka lebih disiplin" jelasnya. 

Dirinya menambahkan, bahwa di usia 15-21 tahun anak mulai puber, mulai senang dengan lawan jenisnya.

"Mulai punya lirik-lirikkan, iri-irian, cemburu dan lain sebagainya, di fase ini anak mulai akil balig, posisi transisi dari anak ke remaja, disinilah bahayanya kalau orang tua bukan menjadi tempat mereka cerita," papar Gatot. 

"Menjadi orang tua itu adalah sebuah amanah yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada kita sebagai titipan tanggung jawab kita, bagaimana kalau dikasih titipan itu ya harus dijaga, dirawat dan kita harus banyak bersyukur karena diluar sana banyak orang yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai seorang anak. Untuk itu mari kita didik anak-anak ini dengan cinta, agar kelak mereka menjadi anak soleh dan solehah, sehingga mampu mengangkat derajat kedua orang tuanya," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)