Kota Metro, A1BOS.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro mendistribusikan kopi hasil produksi pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Metro yang diberi nama PAS Coffee di beberapa gerai swalayan besar yang ada di Kota Metro dan Lampung Tengah, diantaranya adalah PB Swalayan 15A Kota Metro, PB Swalayan 21 Metro, RA Point Swalayan Metro dan PB Swalayan Punggur Lampung Tengah, Senin (11/09/2023).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Metro yang dalam hal tersebut diwakili oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Metro, Silahuddin mengatakan, giat tersebut adalah hasil karya pembinaan kemandirian dari Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Metro.

"Kita mendistribusikan 120 pcs Kopi Bubuk Premium ke swalayan-swalayan besar yang ada di kota Metro dan Lampung Tengah dengan tujuan mengenalkan produk-produk hasil pembinaan dari WBP Lapas Metro," ujarnya.
"Kedepannya kami berharap PAS Coffee dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi dan kami juga berharap bisa lebih meningkatkan produk-produk hasil pembinaan kemandirian WBP Lapas Kelas IIA Metro yang bisa diterima oleh masyarakat khususnya di Kota Metro," lanjutnya.
Hal yang senada juga disampaikan Kasubsi Sarana Kerja sekaligus penanggung jawab kegiatan kopi Lapas Kelas IIA Metro, Teguh Santoso, biji kopi yang digunakan adalah biji kopi yang berkualitas premium, biji kopi petik merah yang berasal dari daerah Lampung Barat.
"Setelah biji kopinya kami dapatkan dan sampai di Lapas, kemudian biji kopinya di Roasting untuk menurunkan kadar air yang ada pada biji kopi, sehingga biji kopinya menjadi kering dan lebih mudah untuk dijadikan bubuk kopi," jelasnya.
Teguh menuturkan, waktu yang dibutuhkan untuk meroasting biji kopi adalah sekitar 12 sampai 15 menit.
"Nanti biji kopi yang sudah kering kadar airnya berkurang sekitar 15% sampai 20% dari berat awal, kemudian kami masukkan ke tahap resting biji kopinya, kopi di simpan/didiamkan selama 2-7 hari untuk mengurangi karbon dioksida dan menimbulkan aroma dan rasa yang khas," katanya.
"Setelah memalui proses resting selanjutnya kami lakukan proses grinding atau digiling biji kopinya untuk dijadikan bubuk kopi kemudian kami packing dalam kemasan yang sudah ada valve yang berfungsi untuk mengeluarkan karbon dioksida dan mencegah oksigen masuk ke dalam kemasan sehingga bubuk kopi menjadi lebih awet dan terjaga rasa dan kualitasnya," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar