Jakarta, A1BOS.COM - Pekerja trasnportasi mengeluh akibat kebijakan larangan mudik,
hal tersebut disampaikan pekerja transportasi umum antarkota antar provinsi
(AKAP) di DKI Jakarta.
"Itu
ada 12 hari saya menganggur total, tidak ada dana, bantuan," kata Ketua
Koperasi Karyawan AKAP Sumardi di Terminal Lintas Pasar Jumat, Jakarta Selatan,
Jumat (09/04/2021).
Ia pun mengharapkan adanya solusi dari pemerintah mengingat larangan
bagi operasional semua transportasi dipastikan berimbas kepada pemasukan.
Pihaknya
berencana masih tetap akan menjual tiket bus setidaknya sebelum 6 Mei 2021,
sembari menunggu keputusan dari perusahaan otobus.
"Berat
banget rasanya, sudah dua tahun ini larangan mudik," imbuhnya.
Senada dengan Sumardi, Koko Simanjuntak yang menjadi agen tiket
bus Dieng Indah di Terminal Lintas Pasar Jumat juga mengakui kebijakan tersebut
memberatkan ekonomi keluarga dan rekan kerjanya.
"Jelas
sangat memberatkan, karena ini juga tahun kedua, dua kali Lebaran,"
ucapnya.
Lanjut
dia, pemasukan pun dipastikan akan kosong apalagi berbarengan dengan kebutuhan
untuk anak sekolah.
Ia
pun mengharapkan pemerintah turun ke lapangan melihat nasib para karyawan atau
pekerja khususnya di sektor transportasi darat yang terkena dampak kebijakan
larangan operasional semua transportasi.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210409183743-20-628069/suara-miris-pekerja-transportasi-atas-larangan-mudik-lebaran
Tulis Komentar