08117992581

Mendapat Isu Pencemaran Limbah dari Warga, Ini Penjelasan Rumah Sakit Mardi Waluyo

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro kembali mendapatkan keluhan dari warga sekitar, kali ini keluhan datang dari (S) salah satu warga bedeng 14/4 RW.05 yang mengalami gatal-gatal saat mengambil rumput di belakang dealer Yamaha, yang berlokasi tidak jauh dari rumah sakit.

Warga jembatan hitam itu melapor ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, pasalnya gatal-gatal yang dialaminya itu diduga akibat dari pencemaran limbah Rumah Sakit Mardi Waluyo.

Mendapat laporan warganya, Dinas Lingkungan Hidup langsung melakukan verifikasi ke lapangan untuk mengecek langsung kebenaran laporan tersebut, pada Senin (26/04/2021).

Tampak hadir dalam rombongan Dinas Lingkungan Hidup, Achmad Ansori, S.E selaku Kabid PPLH, Yulimah, S.T selaku Kasi Pengawas PPLH, Dian Pranita Iriani, S.T selaku Plt. Kasi Penataan Lingkungan Hidup dan dua orang staf Nuri Adi Wilaga, S.P dan Dewi Setia Ningrum.

Setelah diverifikasi dan konfirmasi kepada S, dia akui bahwa gatal-gatal yang dialaminya tersebut diakibatkan oleh rumput atau alergi, bukan dari limbah Rumah Sakit.

Selain melakukan verifikasi kepada S, rombongan Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan konfirmasi kepada pamong dan warga sekitar rumah sakit yang berdekatan dengan lokasi saluran pembuangan air limbah dari Rumah Sakit Mardi Waluyo. Warga tidak pernah mengalami keluhan akibat dari pembuangan limbah tersebut.


Saat ditemui awak media A1BOS.COM, Achmad Ansori menjelaskan bahwa benar ada warga yang melapor ke Dinas Lingkungan Hidup yang mana diduga warga tersebut mengalami gatal-gatal akibat dari pencemaran limbah rumah sakit.

“Menindaklajuti laporan dari warga yang diduga setelah ngarit di belakang dealer Yamaha mengalami gatel-gatel, ia menduga hal itu disebabkan terkena air limbah dari Rumah Sakit Mardi Waluyo. Apapun bentuknya, kita tetap tindaklanjuti laporan itu. Kenapa, sebatas kita hadir selaku pemerintah sesuai tupoksi Dinas Lingkungan Hidup, apakah benar laporan tersebut, kalau itu benar maka kita akan berikan saran dan masukan kepada Rumah Sakit Mardi Waluyo untuk memperbaiki,” jelas Ansori.

“Tapi setelah kami lakukan verifikasi langsung, ternyata gatel-gatel tersebut karena kena rumput. Dan sudah kami periksa juga tidak kami temukan masalah pada saluran pembuangan limbah tersebut. Bahkan saat kami temui ketua RW dan warga sekitar sudah 61 tahun nggak pernah kena dampak dari limbah Rumah Sakit Mardi. Jadi kami nggak mau dengar laporan hanya dari satu pihak dong, maka kami juga melakukan konfirmasi ke rumah sakit juga,” lanjutnya.

Saat dikonfirmasi Dinas Lingkungan Hidup, pihak Rumah Sakit Mardi Waluyo didampingi kuasa hukumnya, Darmanto, S.H, Eko Berdikariyanto, S.H, dan Rizqi Trio Henry, S.H.


Kuasa hukum yang diwakili oleh Darmanto, S.H menyampaikan, setelah mendapatkan laporan dari rumah sakit timnya langsung menyikapi permasalahan tersebut, terutama ini menyangkut lingkungan hidup dan menyangkut hajat banyak orang.

“Hal ini sebagai pembelajaran, jadi tidak bisa masalah ini dianggap kecil. Karena ini menyangkut orang-orang tertentu yang membuat isu bahwa itu kena gatal-gatal karena limbah rumah sakit. Secara logika itu tidak mungkin, TKP warga yang mengambil rumput berada di belakang dealer Yamaha yang mana secara lokasi itu lebih tinggi dari lokasi saluran pembuangan limbah. Kan nggak mungkin air bisa naik ke atas sana, yang ada turun ke bawah,” tegas Darmanto.

Uli mewakili pihak rumah sakit menyapaikan bahwa benar Dinas Lingkungan Hidup melakukan verifikasi atas laporan dugaan masalah pencemaran dari limbah Rumah Sakit Mardi Waluyo.

“Bu Yulimah hari ini telpon saya, ‘kami hari ini berada di belakang Rumah Sakit Mardi Waluyo ya’. Setelah mereka sidak, baru kesini. Mungkin mereka nanya dulu kepada warga, itukan lebih objektif daripada kami yang ditanya, dan hasilnya tidak ditemukan masalah, tutupnya. (Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)