08117992581

Mampu Kendalikan Ruang Keluarga, Bawaslu Metro Ajak Perempuan Awasi Tahapan Pemilu

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Metro menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada perempuan aktifis se-Kota Metro di Hotel Aidia Grande, Selasa (02/10/2024).

Kordiv. Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Hendro Edi Saputro, M.Pd. mengatakan, bahwa sesungguhnya peran perempuan itu bisa menjadi seorang pemimpin. 

"Bukan berarti hadirnya tahapan Pemilukada ini kita menjadi takut, tetapi peran perempuan itu sesungguhnya bisa mengendalikan di ruang-ruang keluarga, di ruang-ruang tetangga sehingga ini menjadi penting," ujarnya. 


Ia menuturkan, tahapan kampanye di Kota Metro berjumlah 60 hari. 

"Artinya tersisa 53 hari ke depan sudah masuk hari tenang, tenang itu bukan berarti diam dikunci di rumah kemudian pintunya ditutup, tetapi saya mengkhawatirkan dihari tenang itu justru di keluarga-keluarga kita malah membuka pintu yang selebar-lebarnya menunggu sembako menunggu kunjungan amplop dan sebagainya, dari titik inilah yang kemudian kita angkat bahwa perempuan itu sesungguhnya walaupun kebutuhan dapur walaupun kebutuhan yang urusannya bumbu itu memang sangat penting," tuturnya. 

Pihaknya menjelaskan, bahwa seorang perempuan harus bisa memberikan contoh terhadap pemilih untuk menentukan pemimpin.  

"Yang sesuai dengan hati nurani kita bukan karena terpengaruh dengan persoalan-persoalan politik uang, bukan terpengaruh kepada soal sembako dan lainnya," ungkapnya. 

"Seorang ibu itu sungguh luar biasa, bahwa pendidikan yang paling besar itu adalah seorang ibu untuk mendidik anak dan suaminya," imbuhnya. 

Hal senada juga dikatakan pelaksana PNS Bawaslu Kota Metro, Rochmat Atim, mekanisme pelaporan pelanggaran Paslon ke Bawaslu dilihat dari berat dan ringannya pelaporan. 

"Kalaupun memang ada itu berjenjang yaitu melapor ke Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD) terus dinaikkan lagi ke Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) sedangkan pelanggaran ini harus dibuktikan dengan dokumentasi, dengan saksi dan dengan barang-barang bukti yang ada di lokasi," terangnya. 


Dirinya memaparkan, kepada perempuan aktifis Kota Metro yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat menggambar. 

"Sudah mempunyai wawasan untuk berbuat untuk apa dan apa manfaatnya, oleh karena itu setiap pelanggaran harapan kami ada waktu jeda, begitu ada pelanggaran yang mau laporan takut jadi hangus laporan itu, beda halnya dengan jika ada bukti persyaratan-persyaratan yang dibawa ke petugas ya akan ditindaklanjuti," paparnya. 

"Macam-macam pelanggaran itu banyak, karena ini tahapan kampanye paslon mempunyai kegiatan yaitu sosialisasi entah itu pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), entah itu memberikan selebaran-selebaran, tidak saling mengejek, tidak saling menjatuhkan, kalau bisa demokrasi ini ya dijalanilah dengan baik, saling menghargai tidak ada unsur SARA dan menang kalah ini tujuan kita baik untuk Metro kedepannya," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)