Kota Metro, A1BOS COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kota Metro berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Metro, KITA IHC Lampung, dan Program Studi Kebidanan Metro Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang menggelar kegiatan konseling dan hipnoterapi bertajuk “Bersama Peduli, Bersama Menguatkan”, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Poltekkes Kebidanan Metro tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia ke-34. Sejumlah layanan disediakan bagi masyarakat, mulai dari konseling dan hipnoterapi gratis, pemeriksaan tekanan darah, pembagian vitamin, hingga pemberian santunan kepada keluarga berisiko stunting yang memiliki anak berusia di bawah dua tahun.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi inovasi SAIBANGGA, yakni Saling Asah, Saling Asuh, dan Saling Asih, yang dikembangkan Pemerintah Kota Metro untuk memperkuat ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak.
Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso, yang diwakili Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Metro, Silfia Naharani, menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas manusia, keluarga, dan lingkungan sosial.
“Pembangunan Kota Metro pada hakikatnya bukan hanya tentang pembangunan fisik dan ekonomi, tapi juga tentang bagaimana kita membangun manusia, keluarga, dan lingkungan sosial yang berkualitas,” jelas Silfia Naharani.

Ia menegaskan, perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, dan keluarga yang tangguh merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, upaya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan peningkatan kualitas keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan keluarga yang tangguh. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, tenaga profesional, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan komunitas.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Metro menyampaikan bahwa Walikota juga mengapresiasi inovasi SAIBANGGA yang terus dikembangkan Dinas PPPAPPKB Kota Metro.
“Saling asah mempunyai makna kita harus terus belajar, berbagi pengetahuan, meningkatkan kapasitas, dan membuka ruang bagi setiap anggota keluarga untuk berkembang. Saling asuh berarti kita hadir untuk membimbing, mendampingi, menjaga, dan memberikan perlindungan. Saling asih berarti membangun keluarga dengan kasih sayang, empati, kepedulian, penghargaan, dan komunikasi yang sehat,” imbuhnya.
Ia berharap kegiatan itu tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental dan membangun keluarga yang lebih tangguh.
Perkuat Kepedulian terhadap Kesehatan Mental
Koordinator kegiatan yang juga Ketua Program Studi Kebidanan Metro Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Islamiati, menyampaikan bahwa kegiatan “Bersama Peduli, Bersama Menguatkan” dirancang sebagai ruang bersama untuk memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran, serta menyediakan dukungan psikososial dan informasi layanan kepada masyarakat.
Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan mental, tetapi juga mencakup pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, pengasuhan positif, serta peningkatan kualitas keluarga.

Menurutnya, penguatan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan suportif.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya kesehatan mental dan mengetahui akses layanan yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi persoalan psikologis maupun keluarga.
Pelaksanaan kegiatan juga bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat dan jejaring lintas sektor agar upaya perlindungan perempuan dan anak serta peningkatan kesejahteraan keluarga dapat berjalan secara berkelanjutan.
Semangat SAIBANGGA menjadi landasan dalam mendorong keluarga untuk terus belajar, saling mendampingi, dan memberikan dukungan satu sama lain.
KITA IHC Dorong Perluasan Akses Layanan Hipnoterapi
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) KITA IHC, dr. Fauzan Asmara, M.Psi., CCHT-IHT., CI., menjelaskan bahwa Indonesian Hypnosis Center (KITA IHC) turut menghadirkan para relawan untuk memberikan layanan kepada masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Ia juga memaparkan perkembangan hipnosis dan hipnoterapi serta upaya pengembangan pendidikan, penelitian, dan layanan di bidang tersebut.

Dalam sambutannya, Fauzan menyoroti keterbatasan jumlah tenaga profesional kesehatan mental dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam memperluas akses masyarakat terhadap dukungan kesehatan mental.
“Kalau kita mengandalkan primary care provider, ya dokter, psikiater dan psikolog klinis, Indonesia itu enggak sehat-sehat,” ujar Fauzan.
Ia menilai, pengembangan layanan pendukung yang melibatkan tenaga terlatih dan kompeten dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat, dengan tetap memperhatikan kewenangan, kompetensi, dan ketentuan yang berlaku.
Fauzan juga menyinggung dampak stres terhadap tubuh. Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami stres, tubuh dapat memunculkan respons fisiologis, seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan kadar gula darah.
Karena itu, menurutnya, persoalan psikologis perlu mendapat perhatian agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan yang sesuai ketika menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, KITA IHC bersama para mitra juga berupaya mendekatkan layanan konseling dan hipnoterapi kepada masyarakat Kota Metro.
Ditandai Penandatanganan MoU dan Santunan
Selain layanan konseling dan hipnoterapi gratis, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Program Studi Kebidanan Metro Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dan DPD KITA IHC Lampung mengenai pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Sejumlah unsur pemerintah dan organisasi turut terlibat, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Metro, Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Puspaga Gaharu, Dharma Wanita Persatuan (DWP), FPPI Metro, dan LPAI Metro.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor, yakni ORION Cafe & Resto, Zahra Foundation, RSIA AMC Metro, Rokez, Rumah Erys Hypnoterapi, Pawon Liwet, Griya Hipnoterapi, PT Assa Duta Wisata Cabang Tubaba, Pingledgirl, serta BPJS Cabang Metro.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, kegiatan “Bersama Peduli, Bersama Menguatkan” diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental sekaligus memperkuat kepedulian terhadap perempuan, anak, dan keluarga.
Semangat saling asah, saling asuh, dan saling asih diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan peringatan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan sejahtera. (Red)
Tulis Komentar