08117992581

Gandrung Sewu 2026 Libatkan 1.300 Penari, Tampil Malam Hari di Banyuwangi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Aksi penari Gandrung Sewu saat tampil di amphiteater panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. foto/istimewa

BANYUWANGI, A1BOS.COM – Sebanyak 1.300 penari akan memeriahkan pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu, 24 Oktober mendatang. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, pertunjukan tahun ini digelar malam hari dengan konsep glow in the dark.

Konsep baru tersebut sebelumnya diperkenalkan melalui mini show Gandrung Sewu yang melibatkan 40 penari di amphiteater panggung budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 14 Oktober 2026.

Para penari tampil dengan gerakan gemulai yang berpadu dengan cahaya kuning, hijau, dan merah. Kilauan cahaya menghiasi omprok dan motif batik mereka, menarik perhatian ratusan penonton.

“Saya tidak menyangka penampilan gandrung sewu memang akan sekeren ini. Penasaran datang ke sini karena kan memang video Gandrunfg Sewu selama ini selalu viral. Keindahan budaya berpadu dengan kreativitas masa kini.

Sebuah pertunjukan yang layak dibanggakan,” ujar Rana, salah satu penonton mini show Gandrung Sewu 2026 di TMII Jakarta.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Gandrung Sewu tahun ini menghadirkan konsep pertunjukan berbeda melalui kolaborasi dengan InJourney.

“Konsepnya glow in the dark. Kita kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang baru,” ujar Ipuk.

Dalam pertunjukan utama pada 24 Oktober nanti, para penari akan menggunakan instrumen khusus yang menghasilkan kilauan cahaya di tengah gelapnya malam. Ipuk mengajak masyarakat menyaksikan langsung penampilan kolosal tersebut.

“Pastikan kita menjadi saksi sejarah pertunjukan gandrung sewu dengan konsep baru ini,” ajak Ipuk.

Koordinator Pelatih Tari Gandrung Sewu Suko Prayitno menjelaskan, perubahan konsep tersebut diikuti penyesuaian koreografi. Langkah itu dilakukan agar kilauan cahaya yang dihasilkan para penari terlihat selaras dengan gerakan tari.

“Kami menyesuaikan sejumlah koreografinya supaya efek kilauan cahaya dari penari gandrungnya bisa sempurna mengikuti gerakannya,” ujar Suko.

Meski koreografi disesuaikan, pakem tari gandrung tetap dipertahankan. Dengan mengusung tema “kembang darmo”, pertunjukan itu tetap menyajikan keluhuran budaya Blambangan.

“Justru akan melahirkan pengalaman yang berbeda,” tegasnya.

Gandrung Sewu 2026 berkolaborasi dengan InJourney, perusahaan di bawah Danantara yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya InJourney mengembangkan destinasi wisata di berbagai daerah yang terkoneksi dengan penerbangan.(nanang/bwi)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)