Bandar Lampung, A1BOS.COM - Demi menangkap buronan yang terkenal licin dan selalu melarikan diri, anggota Polda Lampung terpaksa menyamar sebagai pemulung. Bahkan, polisi yang menyamar tersebut ikut tinggal di kolong jembatan.
Hal
ini terjadi saat Tim Resmob Subdit III Jatanras Direktorat Kriminal Umum
(Ditkrimum) Polda Lampung berhasil menangkap SR (26) alias Rian, seorang
buronan kasus pencurian di rumah perwira polisi.
Warga
Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, itu membobol rumah milik AKBP Betty yang
berdinas di Polda Lampung pada 2019 lalu.
Dalam
pencurian itu, pelaku SR menggasak barang berharga milik korban, mulai dari
ponsel hingga uang tunai.
Kerugian
ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
SR
lalu buron dan menghilang selama 2 tahun tanpa diketahui jejaknya.
Namun,
pada pekan lalu, petugas kepolisian mendapatkan informasi bahwa SR telah
kembali ke Bandar Lampung.
Kepala
Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Zahwani Pandra Arsyad
mengatakan, pelaku sudah lama diincar oleh polisi.
“Pelaku
sudah lama jadi DPO, sejak tahun 2019. Anggota berhasil mengetahui keberadaannya
setelah mengadakan penyelidikan,” kata Pandra saat dihubungi, Kamis (29/04/2021).
Menurut
informasi, SR bersembunyi di kolong jembatan di kawasan Jalan Radin Inten,
Kecamatan Tanjung Karang Pusat.
Tim
Resmob kemudian menyamar dengan berubah menjadi pemulung untuk bisa memantau
sang buronan licin tersebut.
Setelah
dipastikan, tim bergerak untuk meringkus pelaku yang sedang memasak di bawah
kolong jembatan, pada Selasa (27/04/2021).
Saat
hendak ditangkap, SR dengan cepat berupaya melarikan diri.
Dia
juga melawan dengan cara melempari anggota kepolisian menggunakan batu.
Polisi
kemudian melepaskan tembakan dan mengenai kedua kaki SR.
“Pelaku
berusaha melawan secara aktif, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” kata
Pandra.
Pandra
mengatakan, SR adalah pelaku pencurian di rumah AKBP Betty Lupietha Muchsin
pada 2019 lalu.
“Pelaku
masuk sekitar pukul 05.00 WIB, naik ke lantai dua, lalu mencuri barang berupa
dua unit ponsel, jam tangan dan dompet,” kata Pandra.
Sumber : https://regional.kompas.com/read/2021/04/29/164502878/cerita-polisi-menyamar-jadi-pemulung-ikut-tinggal-di-kolong-jembatan
Tulis Komentar