Keterangan Gambar : Ilustrasi dibuat degan bantuan AI.
Kota Metro, A1BOS.COM - UI GreenMetric World University Rankings merupakan pemeringkatan internasional yang mengukur komitmen dan kinerja perguruan tinggi dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus.
Pemeringkatan ini dikembangkan oleh Universitas Indonesia sejak 2010 dan kini diikuti ribuan universitas dari berbagai negara.
Penilaiannya tidak berfokus pada reputasi akademik atau kualitas lulusan. UI GreenMetric melihat berbagai aspek keberlanjutan kampus, mulai dari infrastruktur dan ruang terbuka hijau, penggunaan energi dan penanganan perubahan iklim, pengelolaan sampah dan air, transportasi, hingga pendidikan dan penelitian terkait keberlanjutan.
Pada 2026, UI GreenMetric menambahkan kategori Governance and Digitalization. Dengan demikian, penilaian juga mencakup bagaimana perguruan tinggi mengelola keberlanjutan melalui tata kelola dan pemanfaatan teknologi digital.
Dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026, sebanyak 2.016 perguruan tinggi dari 110 negara ikut dalam pemeringkatan. Berikut 10 universitas Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut.
Berikut 10 universitas Indonesia dengan posisi tertinggi dalam UI GreenMetric 2026.
Universitas Indonesia (UI) berada di peringkat pertama Indonesia dan peringkat ke-17 dunia.
UI mengantongi skor total 9.387,5. Skor tersebut berasal dari tujuh kategori penilaian yang digunakan dalam UI GreenMetric 2026.
Pada kategori Governance and Digitalization, UI memperoleh 1.100 poin, yang merupakan skor maksimum kategori tersebut.
Universitas Diponegoro (Undip) menempati posisi kedua Indonesia dan peringkat ke-20 dunia.
Undip memperoleh skor total 9.337,5. Kampus ini mencatat skor 1.900 untuk Energy and Climate Change dan 1.650 untuk Transportation.
Universitas Gadjah Mada (UGM) berada di posisi ketiga Indonesia atau peringkat ke-21 dunia.
UGM mencatat skor total 9.300. Dalam penilaian 2026, UGM mendapatkan skor 1.850 untuk Energy and Climate Change serta 1.300 untuk Education and Research.
Universitas Negeri Semarang (Unnes) menempati posisi keempat Indonesia dan peringkat ke-24 dunia.
Unnes memperoleh skor total 9.237,5. Skor Energy and Climate Change mencapai 1.825, sedangkan Education and Research memperoleh 1.250.
Universitas Sebelas Maret (UNS) berada di posisi kelima Indonesia dan peringkat ke-32 dunia.
UNS mengumpulkan skor total 9.187,5. Pada kategori Energy and Climate Change, UNS memperoleh 1.825 poin. Sementara Education and Research mencapai 1.287,5 poin.
Universitas Padjadjaran (Unpad) menempati peringkat keenam Indonesia atau peringkat ke-33 dunia.
Total skor yang diperoleh Unpad mencapai 9.150. Kampus ini mencatat skor 1.850 pada Energy and Climate Change dan 1.650 pada Transportation.
Universitas Airlangga (Unair) berada di posisi ketujuh Indonesia dan peringkat ke-42 dunia.
Unair mengantongi skor total 9.037,5. Pada kategori Waste, Unair memperoleh 1.700 poin, sedangkan Governance and Digitalization mencapai 1.100 poin.
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung menjadi salah satu kampus yang masuk 10 besar Indonesia.
Kampus ini berada di posisi kedelapan Indonesia atau peringkat ke-44 dunia, dengan skor total 9.025.
UIN Raden Intan Lampung memperoleh skor 1.800 untuk Energy and Climate Change, 1.475 untuk Waste, serta 1.537,5 untuk Transportation.
Telkom University menempati posisi kesembilan Indonesia dan peringkat ke-51 dunia.
Telkom University memperoleh skor total 8.987,5. Skor Waste mencapai 1.700 dan Water 1.100.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melengkapi 10 besar universitas Indonesia dalam UI GreenMetric 2026.
ITS berada di peringkat ke-57 dunia dengan skor total 8.925. Kampus ini memperoleh skor 1.650 untuk Energy and Climate Change, 1.425 untuk Waste, dan 1.387,5 untuk Transportation.
UI GreenMetric perlu dibaca berbeda dari pemeringkatan universitas yang mengukur reputasi akademik, penelitian, atau kualitas lulusan.
Pemeringkatan ini secara khusus mengukur aspek keberlanjutan dan bagaimana perguruan tinggi mengelola lingkungan kampus serta menerapkan kebijakan yang mendukung keberlanjutan.
Pada 2026, UI GreenMetric menambahkan kategori Governance and Digitalization. Kategori ini antara lain menilai anggaran untuk keberlanjutan, laporan keberlanjutan dan keuangan, unit pengelola keberlanjutan, pemanfaatan teknologi digital, hingga kebijakan teknologi seperti AI dan IoT.
Dengan tambahan tersebut, penilaian UI GreenMetric 2026 tidak hanya melihat kondisi fisik kampus, tetapi juga bagaimana keberlanjutan dikelola melalui tata kelola dan pemanfaatan teknologi.
Daftar 10 besar Indonesia UI GreenMetric 2026:
Sumber: UI GreenMetric World University Rankings 2026.
Tulis Komentar